WASPADA ! Kepada Umat Islam, Jangan Cepat Terpancing, Kita Tonton Saja Dulu !

Memperhatikan gaya demo para pendukung BTP-Ahok beberapa hari ini paska vonis 2 tahun BTP-Ahok, memang bagi ummat Islam bisa mengundang kegemasan dan kegeraman tersendiri. Cara-cara demo dengan lontaran kalimat yang mereka teriakkan adalah dengan maksud untuk mengundang amarah para ummat Islam untuk melakukan kembali demo besar yang bisa menyebabkan firiksi horizontal dan ini adalah TARGET MEREKA para Ahoker. Mereka ingin agar di Indonesia terjadi kerusuhan besar sehingga ada alasan kuat untuk lebih menyatakan kepada dunia luar bahwa Islam Indonesia adalah RADIKAL serta ummat Islam Indonesia sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar didunia memproyeksikan gambaran Islamophobia yang mau mereka bentuk dan format.

Sebaiknya disaat seperti ini, kita ummat Islam nonton saja dahulu tentang keberpihakan Kepolisian RI dan kekuasaan Pemerintah dengan Ahoker dan jangan terpengaruh pancingan murahan mereka. Semuanya nanti akan terlihat dan terungkap PERMAINAN BUSUK MEREKA INI. Memang menggemaskan serta geram melihat cara cara mereka berdemo dengan kalimat yang menyatakan “tidak ada kesalahan dan penistaan agama”, “Ahok tidak bersalah-bebaskan”, malah sebaliknya ummat Islam dituduh tidak cinta NKRI, tidak adil, menekan Hakim secara politik, serta memusuhi Pancasila dan perusak Kebhineka Tunggal Ikaan serta Intoleransi. Jaringan Gereja dan Komunis, Sekularisme Internasional sedang di jalankan oleh mereka untuk saling mendukung didalam menekan Pemerintah Indonesia secara tekanan politik Internasional yang tanpa dasar.

Dalam situasi demo rekayasa yang mereka lakukan, kita ummat Islam seharusnya melakukan berbagai cara konsolidasi antar ormas, antar komunitas, antar organisasi diseluruh Indonesia, untuk membahas persiapan dan kesiapan kita ummat Islam kini dan sampai di Tahun 2019. Bela Islam 212 dan beberapa unjuk rasa ummat Islam lainnya sudah sangat positif dan memiliki citra terbaik dalam pandangan Internasional bagi Islam Indonesia.

Skenario dan konspirasi mereka, sebagian sudah berantakan, tapi waspada dengan rencana selanjutnya dari mereka untuk kembali kuasai Indonesia baik secara politik apalagi ekonomi. Sudah saatnya kita ummat Islam seluruh Indonesia melakukan gerakan sinergi Nasional untuk membangun kebangkitan dan kekuatan ekonomi kooperatif ummat Islam tanpa mengandalkan ekonomi yang dikuasai para Kapitalis bermental penjajah. Secara ekonomi memang para Kapitalis aseng sudah bisa menguasai Indonesia hanya dengan 9 figur taipan barongsai, link mereka adalah China Komunis RRC dan Zionis-Illuminati Barat. Inilah tugas berat kita secara Nasional untuk menumbuh kembangkan mesin ekonomi ummat pada berbagai sentra produktif serta marketing sistem antar ummat Islam sendiri dan permodalan ummat secara kooperatif.

Dari sinergi Nasional para ummat Islam inilah kita membangun sebuah kekuatan ekonomi ummat Islam secara Nasional sehingga kita bisa kokoh didalam menguasai politik serta kekuasaan di NKRI secara berkelanjutan dan berkesinambungan, tentunya UUD 1945 sudah dikembalikan kepada UUD 1945 yang ASLI. Tidak seperti sekarang, ada kekuatan ideologi lain ingin menguasai Indonesia mengatas namakan Pancasila, cinta Kebhineka Tunggal Ikaan, cinta NKRI dan menyanyikan Indonesia Raya yang dibalik itu semua ada konspirasi bagi kepentingan agenda bangsa asing di NKRI. (Mari kita selamatkan NKRI dari penjajahan Asing dan Aseng)

WAG SBI Report jam ⁠⁠⁠⁠23:21⁠⁠⁠⁠⁠