Sampah Idul Fitri

Idul Fitri tiba, pagi-pagi sejak malam sampai pagi hari raya ini gema takbir kemenangan bertalu-talu. Paginya, Umat Islam pun berbondong-bondong ke masjid maupun lapangan untuk melaksanakan solat sunah Idul Fitri.

Seperti bisanya masjid  maupun lapangan membludak dengan kegembiraan Idul Fitri, daya tampung pun meluap, termasuk ketersediaan tikar atau alas untuk solat. Nah, di setiap momen lebaran Idul Fitri inilah ujian pertama Umat Islam setelah melaksanakan puasa Ramadan sebenarnya sudah berjalan yaitu kepeduliannya terhadap lingkungan karena ulah diri sendiri. Apa itu? Tak lain adalah sampah koran yang digunakan selama mengikuti solat Ied.

 

 

Pemandangan serakan sampah koran pun nampak seperti sudah biasa bagi kita. Sehingga banyak yang justru jadi cuek bebek tidak sadar kalau ia telah ikut menyumbangkan sampah koran setelah solat Ied. Inilah sebenarnya indikasi awal gagalnya Umat Islam memahami makna puasa dan usainya dengan memperingatinya sebagai Idul Fitri. Mestinya Katib menghimbau beberapa kali kepada jamaah agar setelah selesai sholat tidak meninggalkan sampah dalam bentuk apapun di lapangan. Beberapa katib mungkin mengingatkan, tapi masih banyak umat yang tidak peduli.

 

sumber foto : Blog Orsay

 

Jadi, kalau mau menilai berhasil atau tidakkah Anda setelah menjalani puasa dan merayakannya dengan Idul Fitri, lihat kembali ke diri Anda sendiri apakah Anda nyampah setelah solat atau tidak? Nah itulah indikator mudahnya, yang lainnya silahkan Anda renungkan dalam keseharian perilaku kita sendiri.

 

Mudah-mudahan kita masih sadar dengan hal sederhana yang menjadi pemandangan umum sampai hari ini setelah usai solat Ied yaitu tebaran sampah dimana-mana. Jadi jangan nyampah ya dimanapun dan kapanpun.