Ramadhan, Romadon, atau Ramadan ? Yuk Indonesia

Setiap tahun bulan suci yang dimuliakan Umat Islam ini selalu datang. Jauh hari sebelum itu, orang pun mulai saling mengingatkan akan pentingnya bulan tersebut. Namun seringkali sampai saat ini saya temui kita tidak pernah menelisik dan tabayun bagaimana menulis nama bulan yang mulia itu : Ramadhan, Romadhon, atau Ramadan?

Menurut versi KBBI yang baku, yang benar adalah :

Ramadan/Ra·ma·dan/ n bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa

Jadi tidak pakai hurug sisipan “h” atau “o” yang sering kita gunakan untuk transliterasi Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia. Demikian juga beberapa kata lainnya misalnya salat atau solat atau shalat? Kalau menurut KBBI yang benar adalah salat dan solat BUKAN shalat, dan bukan juga SHOLAT. KBBI memberikan banyak rujukan penjelas untuk kata salat.

salat/sa·lat/ n Isl 1 rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam; 2 doa kepada Allah;

— berjamaah salat bersama-sama dengan mengikuti imam;
— Duha salat sunah pada pagi hari (kira-kira pukul 09.00) sebanyak 2—8 rakaat;
Fajar salat  sunah sebelum salat wajib subuh;
— Gaib salat jenazah yang dilakukan untuk orang muslim yang meninggal yang mayatnya tidak berada di tempat;
— Hajat salat sunah, sedikitnya dua rakaat, yang dilakukan pada siang atau malam hari untuk memohon suatu hajat yang khusus kepada Allah agar Allah mengabulkannya;
— Id salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri (1 Syawal) dan Iduladha (10 Zulhijah);
— Idain salat dua hari raya, yaitu Idulfitri dan Iduladha;
— Iduladha Isl salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Iduladha tanggal 10 Zulhijah;
— Idulfitri Isl salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri tanggal 1 Syawal;
— Istikharah salat sunah dua rakaat pada malam hari untuk meminta petunjuk yang paling baik dari beberapa pilihan;
— Istiska salat sunah dua rakaat pada siang hari untuk meminta hujan yang dilakukan di lapangan, sebelumnya didahului dengan khotbah;
— jamaah salat berjamaah;
— Jamak salat yang dilaksanakan dengan mengumpulkan dua salat wajib dalam satu waktu, seperti salat Zuhur dengan Asar dan salat Magrib dengan salat Isya (khusus dalam perjalanan);
— Jenazah salat untuk orang muslim yang meninggal, dilakukan dengan empat takbir, hukumnya fardu kifayah;
— Jumat salat berjamaah dua rakaat pada hari Jumat didahului dengan khotbah, hukumnya wajib bagi laki-laki, waktunya sama dengan salat Zuhur;
— Khauf salat dalam peperangan;
— Khusuf salat sunah karena terjadinya gerhana bulan;
— Kusuf salat sunah karena terjadinya gerhana matahari;
— lima waktu salat wajib;
— Loha salat Duha;
— maktubah salat yang diwajibkan lima kali sehari semalam; salat lima waktu;
— Marid Isl salat yang dikerjakan oleh orang sakit;
— Mayat salat Jenazah;
— Musafir salat sunah dua rakaat yang dikerjakan ketika akan bepergian atau pulang dari bepergian;
— nafilah salat sunah;
— Qasar salat yang dilaksanakan dengan memendekkan jumlah rakaat, yaitu empat rakaat menjadi dua rakaat (khusus dalam perjalanan);
— rawatib salat sunah yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat wajib;
— Safar salat dalam perjalanan jauh (yang bukan dengan tujuan maksiat) dapat berupa salat jamak, salat qasar, atau gabungan kedua-duanya;
— sunah salat yang tidak wajib dilakukan, tetapi mendapat pahala apabila dilakukan;
— Tahajud salat sunah, sedikitnya dua rakaat, dikerjakan sesudah bangun tidur pada separuh malam hingga menjelang subuh; qiamulail;
— Tahiyat Masjid salat sunah dua rakaat ketika masuk masjid untuk menghormati masjid sebagai tempat suci;
— Tarawih salat sunah yang dilakukan pada bulan Ramadan, yang waktunya sesudah salat isya hingga menjelang fajar, dapat dikerjakan sendiri, baik di rumah maupun di masjid, atau dengan berjamaah dan tanpa azan atau iqamat;
— Taubat salat sunah dua atau empat rakaat dengan memperbanyak istigfar karena ingin mohon ampun kepada Allah atas dosa;
— Witir salat sunah yang jumlah rakaatnya ganjil, seperti 1, 3, 5 (dan seterusnya) rakaat, dilakukan sesudah Isya sampai terbit fajar (lazim dilakukan setelah salat Tarawih);
— wajib salat fardu yang dilaksanakan lima waktu dalam sehari semalam, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya;
— Wusta salat Asar;

 

Itiqomah, istoqamah atau istikamah? Yang benar adalah “istikamah” yang diartikan oleh KBBI menjadi :

istikamah/is·ti·ka·mah/ n Isl sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen

Taubat atau tobat ? Yang paling benar adalah “tobat” meskipun taubat juga benar.

tobat/to·bat/ 1 v sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan: sekarang ia sudah — dari kejahatan yang pernah dilakukan; 2 v kembali kepada agama (jalan, hal) yang benar: setelah mendengar khotbah itu banyak orang yang — kembali ke jalan yang sesuai dengan ajaran Tuhan; 3 v merasa tidak sanggup lagi: — aku mengajar anakmu; 4 p menyatakan rasa heran, kesal, atau sebal: — ! — !, bengal betul anak itu!; 5 v cak jera (tidak akan berbuat lagi): ia sudah — tidak akan mengisap ganja lagi;

Sunnah, sunah, atau sunat? Yang benar adalah sunah atau sunnah :

sunah/su·nah/ n 1 jalan yang biasa ditempuh; kebiasaan; 2 Isl aturan agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad saw., baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya; hadis; 3 perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa: ia rajin berpuasa — setiap hari Senin dan Kamis;

— nabi sunah rasul;
— rasul sunah yang dinukilkan dari rasul;
Afdol, afdhal atau Afdal? Yang benar adalah afdal :
afdal/af·dal/a1 lebih baik; lebih utama: salat baru — apabila dilaksanakan dengan baik dan tidak menyimpang dari rukunnya;2 lengkap; komplet: bagi mereka rasanya kurang — apabila pada waktu berbuka puasa tidak ada buah kurma
Kata berkah, barokah atau berkat? KBBI menyebutkan kata “berkah” dan “berkat” yang benar untuk merujuk pada karunia Tuhan :
berkah/ber·kah/n karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat
berkat1/ber·kat/ 1 n karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia: semoga Tuhan melimpahkan — Nya kepada kita; 2 n doa restu dan pengaruh baik (yang mendatangkan selamat dan bahagia) dari orang yang dihormati atau dianggap suci (keramat), seperti orang tua, guru, pemuka agama: sebelum berangkat meninggalkan kampung halaman, dia memohon — kepada gurunya; 3 n makanan dan sebagainya yang dibawa pulang sehabis kenduri: undangan itu masing-masing pulang dengan membawa — ke rumahnya; 4 v cak mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah: uangnya banyak, tetapi tidak –;
Rido, Ridha, rida atau rido ? yang benar adalah :
rida/ri·da/ a 1 rela; suka; senang hati: — lah patik menjadi istri beliau; 2 perkenan; rahmat: negeri yang aman dan makmur serta mendapat — Tuhan Yang Maha Esa;
Dan yang masih sering kita temui melalui medsos adalah menggunakan Syin atau Shad ketika mengucapkan kalimat Insyaallah? Dipisahkan In Sha Allah , In sya Allah, Insya Allah atau malah disatukan InsyaAllah? Yang benar adalah Insya Allah atau InsyaAllah :
insya Allah/in·sya Allah/ Isl ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi (maknanya ‘jika Allah mengizinkan’)
Demikian juga nama Tuhan untuk umat Islam Allah, Alloh, atau Awloh, yang benar menurut KBBI adalah :

Allah n nama Tuhan dalam bahasa Arab; pencipta alam semesta yang mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh orang yang beriman: demi –; hamba –; insya –; karena –;dibuat karena — , menjadi murka — , pb dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik;

— azza wajalla Allah Yang Mahamulia dan Mahaluhur;
— subhanahu wa taala Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi;
Jangan salah ya, menggunakan huruf “l” ganda karena kalau cuma satu menjadi “alah” yang artinya :
alah 1a 1 kalah: tidak diketahui siapa yang — dan siapa yang menang; 2 ark tewas;– bisa karena (oleh) biasa, pb 1 segala kesukaran dan sebagainya tidak akan terasa lagi sesudah biasa; 2 teori dikalahkan praktik; — limau oleh benalu, pb orang yang lama terdesak oleh orang yang baru; — membeli menang memakai, pb barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai; — sabung menang sorak, pb biarpun kalah, masih tinggi juga cakapnya;
Beberapa contoh diatas menunjukkan masih banyak dalam keseharian kita menggunakan Bahasa Indonesia serapan yang kurang tepat dan tidak baku. Yuk mulai hari ini kita lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dan benar dalam tulis-menulis, baik bahasa yang diserap dari Bahasa Arab maupun bahasa lainnya.
Silahkan bertabayun ke KBBI.WEB.ID untuk mencari kata serapan yang baku.
tabayun/ta·ba·yun/Ar v1 pemahaman; penjelasan: sebelum mengkritikkita perlu mendapatkan –;2 perbedaan; ikhlilaf; kontradiksi: ada — antara kedua pendapat itu
Rujukan Lanjut :