Radikalisme No, Radikalisme Yes

Radikalisme bisa ada di “sisi” mana saja, baik yang berhaluan “kanan” maupun “kiri” bisa saja menjadi radikal. Dalam agama dan kepercayaan apapun, bahkan dalam kelompok yang mengkultuskan individu, potensi radikalisme selalu ada, tinggal menunggu momentum untuk meletupkan tindakan radikal.

Ketika 2 juta Muslim berkumpul di Istiqlal dan sekitarnya, lalu longmarch menuju Istana negara, sepanjang jalan mereka jaga kebersihan, jaga rumput jangan sampai terinjak, ada pasangan pengantin agama lain dilindungi, diberi jalan, tidak dihalangi dan diganggu, apakah itu tanda radikalisme?! NO!!!

Ketika 2 juta Muslim itu mengetuk pintu istana, berharap bertemu presiden seperti sudah dijanjikan sebelumnya, tapi sayangnya ternyata sang presiden malah sengaja pergi meninggalkan mereka, lalu massa yang kecewa tetap bertahan tanpa melakukan perusakan apapun, apakah itu tanda radikalisme?! NO!!!

Ketika massa yang bertahan ditembaki dengan gas air mata kemudian mereka berjatuhan, tapi dalam kemarahan mereka tetap tidak melakukan perusakan dan perlawanan fisik, apakah itu tanda radikalisme?! NO!!!

Ketika anak-anak muda yang hendak menuju Jakarta dihadang, dihalangi, tak boleh menyewa bis, lalu mereka memilih berjalan kaki, sepanjang jalan menebar kedamaian, tak ada kerusakan yang diperbuat selama berhari-hari perjalanannya, apakah ini tanda radikalisme?! NO!!!

Ketika 7 juta Muslim berkumpul di Monas, meluber hingga ke Bundaran HI, jalan Thamrin, Sudirman, Tugu Tani bahkan hingga Cempaka Putih, mereka saling berbagi makanan dan minuman dengan santun tidak berebutan, usai acara mereka bersihkan sampah beramai-ramai, memborong jualan para pedagang kuliner (bukan menjarah, makan gak pakai bayar), dan semua pulang dengan damai, apakah ini tanda radikalisme?! NO!!!

TAPI …,

Ketika ratusan orang yang tak puas dengan putusan majelis hakim berkumpul, mengepung lapas Cipinang, berteriak-teriak penuh kemarahan, histeris, ada yang seperti orang kesurupan, lalu pagar nyaris dirobohkan, bertahan sampai malam dan sengaja dibiarkan, apakah ini tanda radikalisme?! YES!!!

Ini RADIKALISME YANG DIRESTUI DAN DIDUKUNG aparatur keamanan yang sengaja melakukan PEMBIARAN, melakukan standar operasi yang berbeda terhadap pengunjuk rasa, bahkan yang tak berijin sekalipun.

Inilah wajah negeri kita. Ketika kita berada di seberang penguasa, maka tudingan RADIKAL itu akan langsung tertuju ke wajah kita.

Sementara, meski tanda-tanda radikalisme sudah tampak nyata, ada aksi pengrusakan, massa yang marah dan mengabaikan aturan, melanggar jam malam batas unjuk rasa, namun mereka TIDAK akan di cap kelompok radikal.
Kenapa?!
Karena mereka berada di sisi yang sama dengan pemegang kekuasaan.

I STAND ON THE RIGHT SIDE, bermula dari sini, KLAIM KEBENARAN HANYA ADA DI SISI MEREKA.
Siapapun yang ada di sisi lain, tidak sebarisan dengan mereka, maka itu TIDAK BENAR.
Hanya kelompok mereka lah pemilik kebenaran, kebenaran yang diukur dengan standar mereka, kebenaran yang ditakar dengan neraca mereka, kebenaran yang dilihat dengan kaca mata mereka.

Boleh ANARKHIS, boleh MERUSAK, boleh MELANGGAR JAM MALAM, boleh melakukan UNRAS TANPA IJIN LEBIH DAHULU, asalkan… kalian menyuarakan kepentingan yang sejalan dengan kekuasaan.

Jangan bicara keadilan, jangan bicara sistem, jangan bicara SOP, semua itu hanya RETORIKA semu.

Status ini mengandung radikalisme? Ya, kalau pakai kacamata mereka, because I do not stand in the right side according to them!