Radikalisme Ala Salman ITB

Senin, malam ke-empat tarawih, Masjid Salman ITB tumpah hingga para akhwat dipersilakan menempati GSG dan lapang rumput. Sementara jamaah ikhwan melebar hingga kantin yang jaraknya 30an meter dari masjid. Ada ibu- ibu bertanya “ini teh ada acara apa ko rame banget banyak ABG?.”


Bu, apanan tarawih malam ini yang ngimam Ust. Muzammil Hasballah, arsitek 2011 ITB, qari radikal karena lebih suka pake flanel koboy ketimbang baju kampret.

 

Tapi yang datang bukan cuma ABG. Ada Hanifah, rohis SMAN 3 yang imut. Ada mantan model Della Karamoy. Ada customer service Dilla yang make-up nya masih setengah menor. Ada perawat Mela dari Ujungberung. Pun teman-temin forum kemitraan, forum yang brojol sebagai dampak langkah radikal yang dilakukan Salman ITB qobla ramadan.

H-24 sebelum Ramadan.

Seseorang ngejapri. Tak diduga, itu petinggi yang santun lagi jenaka. Dialah Kang M Kamal Muzakki, Direktur Program Rumah Amal Salman ITB. Dalam pembicaraan singkat via telepon, Kang Kamal mendadar rencana super : Kopdar Panitia Ramadan Se-Bandung Raya.

 

Empat hari kemudian kopdar digelar. Tak kurang dari 70 perwakilan masjid hadir. Tampil narasumber empat masjid markotop: Trans Studio Bandung, Daarut Tauhid, Al-Lathiif, dan Salman ITB. Kopdar yang berlangsung sampai sore itu membahas tiga topik : Manajemen dakwah masjid, branding masjid, dan strategi fundraising.

 

Kurang dari enam jam setelah kopdar, Kang Kamal menghimpun kembali di forum online. Kini peserta bertambah. Lebih dari seratus masjid bergabung. Bagai lepas kandang, forum tak hanya chatting soal ramadan, melainkan jadi wahana curhat persoalan versus tawaran bantuan. Dari soal bikin poster sampai amburadulnya speaker.

 

Lewat inisiatif Rumah Amal, gebrakan radikal Masjid Salman ini membuka keran komunikasi antar masjid. Saling bantu, saling isi. Di bawah koordinasi Salman ITB, saban hari ratusan pack makanan berbuka didistribusikan ke masjid-masjid se-Bandung Raya. Pusat Studi Quran Al-Lathiif menyerahkan 15 nama peserta program tahfizh buat ngimam tarawih di masjid yang membutuhkan.

 

Saya melihat tanda-tanda kebangkitan atas masjid-masjid yang selama ini adug-lajer sendirian menghadapi masalahnya. Saya melihat Forum Kemitraan menawarkan solusi.

 

Terima kasih Salman ITB.
Terima kasih Kang Kamal, pemuda sholeh yang tidak doyan khilaf, dan tidak merokok.**
————————————————————————-
Foto : Tarawih di Salman ITB, 29.5.17
[ nyomot dari ig ariestyowahyu ].

sumber : Facebook Masjid Al-Lathiif