Psikologi Islam Yang Sempurna

Buku ini mengupas kesempurnaan Agama Islam tentang ilmu personality plus atau “ilmu psikologi kepribadian”. Benang merah syariat dan empat sifat dasar manusia, Melankolis, Koleris, Sanguinis dan Plegmatis.


Resensi

Agama Islam merupakan agama yang lengkap, Islam adalah agama yang memberikan segala solusi baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat, semua aspek kehidupan diatur dalam islam, baik besar maupun kecilnya.

Salah satu yang dibahas dalam islam adalah masalah psikologi, pembaca sekalian mungkin pernah membaca salah satu buku psikologi yang sangat terkenal berjudul “personality plus”, buku yang membahas karakter dasar yang dimiliki seorang manusia, kita bisa mengenal karakter seseorang melalui paparan dalam buku ini.


Ternyata beberapa inti motivasi dan semangat dalam buku ini telah ada dan diajarkan dalam agama islam yang sempurna, penulis membahas prinsip-prinsip dan motivasi dalam buku tersebut dan ternyata didapatkan bahwa prinsip dan motivasi itu telah ada dan diajarkan dalam agama islam.

Buku ini berupaya menjembantani hubungan tersebut dan membuktikan bahwa agama islam itu sempurna dan membahas segala kebaikan, juga sebagai sarana berdakwah bagi mereka yang menggeluti bidang psikologi melalui hikmah-hikmah dan pelajaran didalamnya yang sesuai dengan ajaran islam.

Daftar Isi:

  • Sekilas Mengenai Buku Personality Plus
    1. Sanguin
    2. Melankolis
    3. Koleris
    4. Plegmatis
  • Sanguins (Yang Populer)
    • Kelebihan Sanguins
      1. Ceria dan jarang menampakkan kesedihan
      2. Berhati tulus dan polos
      3. Mudah berteman dan bergaul orang lain
      4. Menyenangkan dan suka membuat senang orang lain
      5. Mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam
    • Kelemahan Sanguins
      1. Terlalu suka bercanda dan sering tertawa
      2. Kurang serius, kurang tekun dan konsentrasi jangka pendek
      3. Kurang berwibawa
      4. Susah untuk diam, suka bicara dan bercerita
      5. Mudah ikut-ikutan dan tidak tetap pendirian
      6. Konsentrasi ke “How to spen money” daripada “How to earn/save money”
  • Melankolis (Yang Sempurna)
    • Kelebihan Melankolis
      1. Analitis, mendalam serius dan penuh pemikiran
      2. Mau mengorbankan diri dan bisa mendahulukan orang lain, perasa dan memperhatikan orang lain
      3. Puas di belakang layar, menghindar perhatian
      4. Berjiwa seni dan kreatif (filsafat & puitis)
      5. Serta tertib dan teratur serta istiqamah
      6. Bisa hidup hemat dan mengatur keuangan
    • Kekurangan Melankolis
      1. Sensistif dan punya rasa curita dan prasangka yang besar
      2. Perfeksionis dan punya standar yang tinggi
      3. Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan) dan mudah pesimis
      4. Susah gembira, susah melupakan masalah dan pendendam
      5. Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
      6. Melewatkan banyak waktu sekedar untuk menganalisa dan merencanakan
      7. Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik yang menantang dirinya
  • Koleris (Yang Kuat)
    • Kelebihan Koleris
      1. Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif serta unggul dalam keadaan darurat
      2. Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran dan target
      3. Bebas dan mandiri
      4. Berani menghadapi tantangan dan masalah
      5. Berprinsip “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini” dan biasanya punya visi ke depan
    • Kelemahan Koleris
      1. Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
      2. Senang main perintah saja, memanipulasi dan menuntut orang lain dan cenderung memperalat orang lain
      3. Terlalu kaku dan keras, tidak terlalu menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
      4. Sering membuat keputusan tergesa-gesa, tidak terlalu suka yang sepele dan bertele-tele
      5. Agak sulit mengaku dan meminta maaf
  • Plegmatis (Cinta Damai)
    • Kelebihan Plegmatis
      1. Damai, tenang, santai dan teguh, mudah diajak rukun dan mudah bergaul
      2. Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
      3. Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
      4. Berbelaskasih (sifat rahmah) dan peduli, simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
      5. Penengah masalah yang baik
      6. Tidak suka menyinggung perasaan dan menyakiti orang lain serta menyenangkan
    • Kelemahan Plegmatis
      1. Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
      2. Terkesan malas dan kurang antusias
      3. Suka menunda-nunda dan menggantungkan masalah
      4. Menghindari tanggung jawab serta tidak ingin memegang amanah
      5. Terlalu pemalu dan pendiam

Buku Psikologi Islam Yang Sempurna, Penulis dr. Raehanul Bahraen, penerbit Rumah Ilmu, isi 226 halaman, softcover, dimensi 14 x 20 cm, berat 286 gram. Harga Rp.45.000.

Resume Buku

“Benang Merah syariat dan empat sifat dasar (melakolis, koleris, sanguin dan plegmatis)”.

 

-Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksakan merubah sifat dasar para Sabahat :

  • Abu Bakar yang lembut
  • Umar yang tegas
  • Ustman yang pemalu
  • Ali yang berani dan jujur

“Aduh aku kok orangnya pemalu ya, pengen merubah tapi sangat sulit”

“Aku memang aslinya keras, mau ubah lembut susah benget”

Setiap orang diciptakan dengan berbagai macam sifat dasar. Yang kami tekankan di sini, jadilah diri sendiri dan tidak perlu goyang atau goyah karena kritikan terhadap sifat dasar, akhirnya memaksakan diri berubah yang sangta susah

Ajaran Islam tidak memaksakan untuk merubah sifat dasar, tetapi dikendalikan dan ditempatkan ssesuai dengan tempatnya. Karenanya ada pepatah Arab

لكل مقام مقال

likulli maqaamin maqaalun” (setiap keadaan perlu perkataan yang tepat)

Kelebihannya dimanfaatkan dan kekurangannya diminimalkan atau dihilangkan.

 

Para sahabatnya RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai berbagai sifat dasar. Para sahabat radhiallahu ‘anhum  ada yang lembut seperti Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah. Sampai-sampai dikisahkah beliau tidak bisa mendengarkan Al-Quran kecuali beliau menangis. Sebagaimana ketika ‘Aisyah radhiallahu ‘anhameminta penjelasan dari RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam ,mengapa beliau meminta agar Abu Bakar menggantikan beliau menjadi imam shalat dan akan membacakan Al-Quran bagi manusia.

Diriwayatkan oleh Abi Musaradhiallahu ‘anhu,

مَرِضَ رَسُولُ اللَّهِ فَاشْتَدَّ مَرَضُهُ فَقَال مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ رَقِيقٌ مَتَى يَقُمْ مَقَامَكَ لاَ يَسْتَطِعْ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ فَقَالَ مُرِي أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَإِنَّكُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ قَالَ فَصَلَّى بِهِمْ أَبُو بَكْرٍ حَيَاةَ رَسُولِ اللَّهِ

“Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sakit parah beliau berkata: “Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami manusia”. Maka berkatalah Aisyah: “Ya Rasulullah sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang laki-laki yang amat perasa (mudah menangis). Bagaimana dia akan menggantikan kedudukanmu, dia tidak akan mampu untuk memimpin manusia”. Rasulullah berkata lagi: “Perintahkanlah Abu Bakar untuk mengimami manusia! Sesungguhnya kalian itu seperti saudara-saudaranya nabi Yusuf”. Abu Musa berkata: maka Abu Bakar pun mengimami shalat dalam keadaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup.”[1]

 

Ada juga yang tegas seperti Umar bin Khattab. Akan tetapi RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam  tidak berusaha mengubah sifat dasar para sahabatnya. Beliau tidak mengubah sifat tegas Umar bin Khattab, tetapi menempatkannya pada tempatnya, yaitu keras terhadap orang yang macam-macam dan memusuhi agama Islam, sampai-sampai ia terkenal  dengan perkataannya,

 

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، دَعْنِي أَضْرِبْ عُنُقهَ

“wahai Rasulullah, izinkan saya menebas lehernya”

 

Perkataan yang membuat bergetar ketakutan musuh-musuh Islam. Demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  tidak berusaha mengubah sifat dasar lembut Abu bakar dan sifat Malu Ustman.

Adapun tegas dan keras yang tidak pada tempatnya maka hal ini tercela, kaku dan membuat manusia lari dari dakwah dan agama. Seperti sedikit-sedikit sembarangan mencap kafir dan ahli bid’ah kepada saudaranya. Kalau ada saudaranya salah langsung ditegur dengan cara yang keras tanpa harus tahu apakah saudaranya punya udzur atau tidak.

Allah Ta’ala berfirman,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” ( Ali Imran: 159)

 

Ada juga Sahabat yang pemalu seperti Ustman bin Affan sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  menyanjung beliau,

أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ؟

“Tidakkah sepatutnya aku malu kepada seorang (yakni Utsman) yang para malaikat malu kepadanya?”[2]

Tentu saja ini adalah malu yang terpuji yaitu malu pada tempatnya dan malu ketika berbuat yang tidak senonoh, malu ketika merepotkan orang lain dan malu ketika berbuat kemaksiatan di depan manusia atau di hadapan Rabbnya. Inilah malu yang dipuji dalam hadits.

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.”[3]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.

“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.”[4] Dalam riwayat Muslim disebutkan,

اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ.

“Malu itu kebaikan seluruhnya.”[5]

Hanya saja ada kekurangannya dalam resume ini, kenapa Ali bin Abu Thalib tidak disebut karekaternya?

Demikian semoga bermanfaat

Penulis buku :   Raehanul Bahraen

[1] HR. Bukhari Muslim

[2] HR. Muslim no. 2401.

[3] HR.Ibnu Majah no. 4181 Lihat Silsilah al-Ahadîts ash-Shahahah no. 940

[4] Muttafaq ‘alaihi

[5] HR. Al-Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37/60

 

________

Jika ingin memesan buku silahkan hubungi nomor:
+6281223006562 (WA/SMS)

Psikologi Islam # Jumlah # Nama # No Hp # Alamat Lengkap # Kode Pos

Harga: Rp. 45.000

Penerbit: Rumah Ilmu