Perwakilan Aksi Simpatik JKT 55 Temui Mahkamah Agung

 Perwakilan massa aksi simpatik JKT 55 melakukan pertemuan dengan pihak Mahkamah Agung. Pada Pukul 14.05 wib 12 orang perwakilan atas nama :

1. Prof. Dr. Didin Hafiduddin.
2. Dr. Kapitra Ampera.
3. Nasrulloh Nasution SH.MKn.
4. K. H. Shobri Lubis.
5. Ahmad Doli Kurnia,S. Si, MT.
6. DR. Ahmad Luthfi Fathullah MA.
7. Muhammad Luthfie Hakim SH MH.
8. Heri Aryanto SH MH.
9. K. H. Nazar Haris MBA.
10. Ustaz Bobby Herwibowo Lc.
11. Habib Muhammad Jufri
12. Dr. Syahrial Ariefditerima oleh 4 Pejabat Mahkamah Agung Al :
1. Sekretaris MA, Bp Pujo Harsono
2. Panitera, Bp Made
3. Kabiro Humas, Bp Ridwan Mansyur
4. Panitera Muda Pidana Umum, Bp Suharto,
Dialog dilakukan di Ruang Panitera Lt dasar Gedung Mahkamah Agung RI. Adapun tuntutan yang disampaikan :

– Kami mewakili dari GF MUI bahwa keadilan itu adalah benteng dan itu hancur karena adanya diskriminasi. Aksi-aksi yang kami lakukan sebelumya itu tujuannya adalah sama. Kami yakin keadilan pasti ada, kami tidak bermaksud mengganggu proses pengadilan, karena kami kaum Muslim yang mempunyai akhlak.- Apresiasi yang dalam kepada mahkamah agung beserta jajaran yang telah menerima kami di rumah kami. Kami tau masing-masing sudah mempunyai fungsi, untuk itulah kami datang kesini dengan maksud untuk mengawal perbuatan kekerabatan manusia, dan tidak mengintervensi supaya keadilan sama dimata hukum. Kami mendukung penuh majelis hakim dalam mengambil keputusan agar kasus Basuki Tjahaja Purnama dengan seadil-adilnya.

– Kami ingin majelis hakim memberi keputusan perkara dengan hati nurani dengan semua bukti-bukti dan fakta-fakta.

– Kami menyadari hakim adalah tuhan dimuka bumi, kami bermunajat di masjid Istiqlal agar majelis hakim mengambil keputusan dengan seadil-adilnya tanpa ada yang dizolimi. Kami kesini memberikan spirit dan dukungan dalam mengambil putusan pada kasus Basuki Tjahaja Purnamadengan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sudah ada di persidangan. Kami berterima kasih kepada bapak-bapak yang telah menerima kami di sini.Ada beberapa hal yang akan kami bahas :

Mengapa kami bergerak, karena kami merasakan ada proses yang tidak wajar dan ada yang kurang baik. Kami sangat berharap sebagai benteng terakhir kami rakyat, umat bahwa bapak hakim dapat mengambil keputusan yang adil untuk Masyarakat, rakyat dan umat.Kami merasa memiliki bahwa negara ini merupakan jiwa raga kami, kami melihat JPU yang menuntut Ahok menyakiti rakyat atau Masyarakat. Kami berharap Mahkamah Agung menjadi tumpuan terakhir dalam proses keadilan.

Dan tanggapan dari Pejabat Mahkamah Agung Al :

1. Sekretaris MA, Bp Pujo Harsono
2. Panitera, Bp Made
3. Kabiro Humas, Bp Ridwan Mansyur
4. Panitera Muda Pidana Umum, Bp Suharto
Tanggapan yang disampaikan adalah :
– Kami atas nama ketua MA akan menerima dengan rasa hormat setinggi-tingginya serta mencatat seluruhnya dan kami bermohon dengan hormat gedung ini punya kita semua dan hasil karya kita semua. Dan Alhamdulillah kita dapat bertemu dengan tokoh-tokoh, dan ulama pada kesempatan kali ini.

– Terima kasih atas pendapat yang bapak sampaikan dan kami sudah mencatat, Kami Mahkamah Agung tidak akan mengintervensi / mencampuri dan juga kita mempunyai kewenangan pengawasan teknis yudisial pengadilan, karena itu merupakan kebebasan hakim. Hakim tidak bisa di intervensi dari manapun dan siapapun. Kami akan catat dan sampaikan kepada pimpinan, bahwa hukum tidak lepas dari sistem sosial, budaya yang dilandasi oleh nilai-nilai utama yang didalamnya ada norma agama, asusila dan lain-lain. Demikian lah yang dapat kami sampaikan apabila ada yang kurang berkenan dalam pertemuan pada kesempatan kali ini.Pada pukul 14.43 wib perwakilan selesai diterima dan bergabung kembali dengan massa aksi lainnya untuk menyampaikan hasil pertemuan.

sumber : WA Mahbubhalim86

Rincian dialog (tambahan info dari WA Agus MJ)

Bp. Made Rawa Aryawan, SH.M.Hum. (Panitera)  :

Kami atas nama Ketua MA akan menerima perwakilan massa karena sudah d tunjuk oleh Kepala MA dan akan di catat dan dilaporkan kepada Ketua MA, yang diharapkan MA adalah milik kita bersama dan menjaga situasi yang kondusif dan damai serta tertib dalam menyampaikan aspirasi dengan waktu yang ditentukan karena kita ini di beri moral dan etika yang harus dijunjung tinggi.

Bpk. Prof. Dr. Didin Hafiduddin :

Kami selaku perwakilan GNPF yang datang dari seluruh daerah Indonesia yang dimana menuntut keadilan yang harus dijunjung tinggi, karena kehancuran suatu bangsa bahwa ada nya ketidak adilan yang berada di bangsa tersebut. Kami juga warga Indonesia yang taat hukum itu semua sudah terjadi di aksi-aksi sebelum dengan keadaan kondusif dan damai dalam menyampaikan aspirasi.

Bpk. Dr. Kapitra Ampera :

Kami menanyakan rumah hukum dimana yang akan melindungi rakyat Indonesia, aksi-aksi yg dilakukan tidak berjalan begitu saja karena ada sebab dan akibat serta hasil aksi yang kita lakukan, kami meminta agar keadilan sama dimata hukum tidak di beda-bedakan, kami mendukung majelis Hakim bersikap independen dalam mengambil keputusan dan jangan sampai independensi ini tergerus dengan adanya desakan-desakan oleh para pimpinan. Bukan hanya masyarakat Jakarta saja karena masyarakat Indonesia menunggu keadilan. Kami bermunajab dan meminta agar majelis taklim berperilaku seadil-adilnya. Kami ada didalam dan diluar guna mendukung Independen MA dalam mengambil keputusan, jika keadilan  sudah dilakukan keadilan di MA maka tidak ada yang terluka hati nya.

Bpk. Muhammad Luthfie Hakim SH MH :

Terima kasih atas penerimaan oleh MA, kami merasa keadilan di Indonesia masih kurang. Kami harap MA sebagai benteng terakhir kami yang selalu independen dalam mengambil keputusan, jangan sampai salah mengambil keputusan karena keadilan ini akan di lihat oleh para seluruh rakyat Indonesia.

Bpk. K. H. Shobri Lubis :

Kita bukan datang untuk menekan MA, kami datang kesini karena ada rasa memiliki MA. Kami harap dan masyarakat Mahkamah Agung akan tetap independen dalam mengambil keputusan.

Jawaban Bp Made Rawa Aryawan, SH.M.Hum. (Panitera) :

Seluruh aspirasi adalah inti-inti berdasarkan undang-undang, dan Ketua MA berjanji tidak akan ada intervensi yang akan dilakukan oleh pimpinan Pemerintah. Hakim tidak boleh di intervensi serta didesak Walapun dilakukan oleh diri nya sendiri dan Ketua MA akan menjamin serta Mahkamah Agung harus di kontrol agar berjalan dengan baik. Kami atas nama MA ini akan kami catat dan kami akan sampaikan karena ini akan mendukung hal-hal yang dibutuhkan pengadilan. Nilai utama keadilan, adat istiadat serta agama akan dijunjung tinggi oleh MA. Kami meminta maaf bila ada kekurangan dalam menerima perwakilan.