Pabrik Petasan Di Pemukiman Penduduk Meledak, 47 Orang Tewas

Pagi kemarin, jam 10.00 26/10/2017, warga Kosambi Kabupaten Tangerang Banten mendadak sontak terkejut, sebuah ledakan dengan asap hitam membumbung tinggi tiba-tiba terjadi. Pabrik petasan, yang katanya semula pabrik pengayakan pasir, meledak dengan hebat menewaskan 47 orang pekerja, 46 orang luka-luka dan 10 orang masih belum diketahui nasibnya. Karyawannya memang sekitar 103 orang walaupun di klaim hanya 20 karyawan.

Pabrik yang dikenal warga sekitar bernama PT Panca Buana Cahaya Sukses itu lokasinya hanya beberapa kilometer dari bandara Soekarno-Hatta, hampir nempel dengan sebuah sekolah, di tengah pemukiman yang padat. Pekerjanya ratusan, tapi yang dilaporkan hanya 20 orang. Pabriknya sendiri tanpa ijin, pemiliknya dikabarkan masih di luar negeri. Daerah Kosambi memang daerah urban karena banyak pabrik berdiri di wilayah padat penduduk tersebut.

Korban yang tewas nampak bertumpukan di suatu ruangan. Menurut saksi mata, asap mulai muncul di ruang penyimpanan bahan petasan, dan disana terdapat belasan pekerja. Asap kemudian semakin membesar dan api mulai berkobar sampai akhirnya entah bagaimana api menyambar sebuah mobil yang parkir disekitar gudang dan menciptakan ledakan besar yang mengagetkan penduduk. Banyak pekerja yang tewas gosong terbakar dan tak sempat menyelamatkan diri.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyebut korban yang dirawat RSU Tangerang berusia 15-16 tahun. Ada dugaan pabrik mempekerjakan anak di bawah umur.

“Korban saya lihat di RS Tangerang, anak umur 15, 16 tahun,” ujar Zaki Iskandar kepada wartawan di depan pabrik petasan yang meledak di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017).

Zaki mengakui pengawasan terhadap pabrik, termasuk yang dipekerjakan, sulit dilakukan karena jumlahnya yang banyak.

“Kami agak kesulitan karena (pekerjanya) banyak. (Perusahaan) pekerjakan anak di bawah umur tidak boleh,” tegasnya.

Soal dugaan pekerja di bawah umur di pabrik tersebut, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) akan melakukan penyelidikan. Namun berdasarkan peraturan, pekerja di bawah umur tidak diperbolehkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Mengenai data-data umur itu kami belum mendapat secara akurat. Tapi prinsipnya pekerja anak kan tidak diperbolehkan apalagi di tempat pekerja yang dikategorikan beresiko tinggi,” kata Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Kemnaker Sugeng saat dihubungi detikcom, Kamis (26/10/2017).

Terjebak Di Gudang

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi mengatakan korban ledakan pabrik petasan yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang, tidak terkunci pintu pagar. Korban terjebak api saat hendak menyelamatkan diri.

Purwadi mengaku telah menanyai sejumlah korban selamat dari peristiwa itu. Korban yang ditanyai Purwadi berhasil selamat setelah keluar dari pintu utama.

“Saya ketemu dengan korban selamat. Dia sempat keluar dari pintu utama dan itu tidak dikunci. Setelah 3-4 (orang) keluar, ternyata di dekat pintu ada gudang bahan baku dan terbakar pintu itu,” ujar Purwadi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2017).

Gudang bahan baku yang terbakar di depan pintu utama pabrik membuat korban yang masih di dalam pabrik petasan terjebak. Purwadi menegaskan tidak benar pintu utama pabrik dikunci.

“Sehingga tak bisa keluar dari situ. Nggak bisa keluar bukan karena terkunci, tapi memang ada api, sehingga menjauh dari pintu itu. Tidak benar kalau itu dikunci, tidak benar,” tegasnya.

Purwadi menyebut pintu utama pabrik cukup besar untuk korban berlari keluar. Menurutnya, korban tidak akan terjebak jika bangunan di depan pagar tidak terbakar.

“Tidak ada masalah kalau di pintu itu tidak ada kebakaran. Ada tembok yang dijebol oleh anggota Brimob. Di situ 30 meter dari situ ada BKO Brimob Kalbar dalam rangka antisipasi unjuk rasa dan akhirnya melakukan evakuasi, berjalan lancar. Ada 1 kompi Brimob di sana,” jelasnya.

Pemilik Pabrik Masih Diperiksa

Polisi memeriksa pemilik pabrik petasan Kosambi Indra Liyono (40) di Polsek Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Hingga pagi ini, Indra masih berada di mapolsek Teluk Naga guna dimintai keterangan.

“Sudah kita sudah lakukan pemeriksaan. Ini (sekarang) masih berlangsung jadi belum finish,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/10/2017).

Harry mengatakan, Indra sampai di Mapolsek Teluk Naga sekitar pukul 22.00 WIB. Ia juga mengatakan Indra belum sempat menengok korban karena masih dalam pemeriksaan.

“Pemilik di polsek Teluk Naga, dia sekitar jam 22.00 WIB sampai. Belum ada kesempatan ke korban, beliau sampai di Indonesia ke Bandara Soekarno-Hatta, langsung ke Polsek Teluk Naga,” jelas Harry.

Sebelumnya pemilik pabrik diketahui berada di Malaysia. Lalu Indra akhirnya ke Jakarta dan diperiksa intensif di Polsek Teluk Naga.

“Pemiliknya sudah ada, sekarang masih diperiksa penyidik Polres di Polsek Teluk Naga,” terang Harry kepada detikcom, Jumat (27/10).

Menjadi Sorotan Dunia

Peristiwa mengerikan di Kosambi itu menjadi sorotan media-media internasional.

BBC menulis ‘Many dead in Indonesia fireworks factory explosion’. Sedangkan The Guardian mengambil judul ‘Indonesia fireworks factory explosions kill at least 47 people’.

Media Australia juga memberitakan ledakan ini, seperti news.com.au, yang mengambil judul ‘Indonesia fireworks blast toll rises to 47’. Media tersebut mendeskripsikan kepanikan warga yang terekam dalam video saat kejadian itu.

Reuters memberitakan kejadian ini dengan judul ‘Indonesia fireworks factory explosions kill at least 23, injure dozens: official’. Dalam berita tersebut, Reuters mengutip laporan media-media Indonesia soal pabrik yang meledak tersebut.

Pemberitaan Reuters ini dilansir oleh media-media lain, di antaranya Malay Online dan RTEAFP memberitakan ‘Indonesia fireworks factory blaze kills 46, injures dozens’ dan pemberitaan ini juga dilansir media-media lain.

Sementara itu, CNN mengambil judul ‘At least 26 killed in Indonesia fireworks factory explosion’. Pemberitaan itu diunggah pukul 17.15 WIB. Saat ini, total korban tewas yang tercatat sudah mencapai 47 orang.

 

berbagai sumber