Minyak & Gas Dibalik Tragedi Rohingya

Mari kita sedikit kuliti isi dibalik tragedi kemanusiaan pada etnis Rohingya di Miyanmar. Wilayah Arakan-Rohingne yg dihuni oleh etnis Rohingya. Diwilayah memenanjung rohingne. ternyata menyimpan kekayaan sumberdaya alam yg luar biasa besar yaitu gas alam dengan cadangan terbukti sebesar 7,836 Trilyun Kaki Kubic dan cadangan terbukti minyak bumi sebesar 1,379 Milyar Barrel, fantastis luarbiasa bukan, itu baru diwilayah semenanjung lho.

Konsesi ladang migas pada wilayah semenanjung ini dikuasai oleh Shell, Petronas carigali ( malaysia), Woodside Petrolium ( Australia), Total (prancis), Ophire Energy (inggris), Daewoo (korsel) dan Statoil (norwegia).

Sementara diwilayah daratan, tepatnya di Arakan, wilayah daratan yg dihuni etnis rohingya, juga menyimpan potensi minyak dan gas bumi yg tidak kalah fantastisnya, yaitu cadangan terbukti minyak bumi sebesar 1,569 Milyar barrel dan cadangan gas terbukti 1,744 Trilyun kaki cubic, artinya etnis Rohingnya tanahnya diberkahi Tuhan dgn harta karun yg berlimpah.

Perusahaan2 besar terlibat dlm pengelolaan sumberdaya minyak dan gas diwilayah tersebut darat tsb antara lain: MOECO (jepang), WIN Resource (USA), IGE ltd ( inggris), ONGC (india), interra resource (Singapura), EPI holding ( hongkong), NPCC (china), ANK (myanmar), Gold Petrol (myanmar), PTTEP (thailand), Petroleum BRUNAI dan Bashneft ( rusia).

Ditanah etnis Rohingya juga membentang pipa gas dan minyak dgn kapasitas besar. pipa minyak membentang sepanjang 803 Km dari Kyuk Phyu hingga perbatasan China, begitu juga dgn pipa gas yg bisa menyalurkan gas dgn kapasitas sebesar 105,6 juta kaki cubic….hmmm benar-benar dahsyat.

Apakah etnis rohingya ikut makmur sejahtera karena sumberdaya alam yg besar itu?, jawabnya; TIDAK, mereka tetap miskin dan menderita. Besarnya sumberdaya migas ini justru menjadi musibah untuk mereka, karena coorporasi asing ini berkoalisi dgn pemerintah myanmar mencari jalan pintas, dari pada membebaskan lahan dgn biaya besar belum lagi kompensasi untuk penduduknya, maka pengusiran menjadi pilihan yg paling mudah dan murah.

Pemerintah bekas junta militer dgn akses dan sistem yg serba tertutup, memudahkan bagi penguasa untuk menjalankan skenario pengusiran tersebut, maka tindakan persekusi, pembantaian, pengusiran, penganiayaan dan kekejaman kemanusiaan lainnya dengan leluasa dilakukan, untuk kepentingan perluasan eksploitasi minyak dan gas, pada skenario inilah AGAMA dijadikan kemasan/tameng untuk memuluskan skenario tersebut, sekali lagi AGAMA dijadikan kambing hitam untuk menutupi persoalan sebenarnya dari tragedi kemanusiaan tersebut, cuma satu kata yg tepat “BANGSAT”…!

Proyek Pipa Gas Rakhine

Pemeluk agama budha di myanmar yg mayoritas moderat, lebih memilih diam, mereka tidak bisa memberikan pembelaan, karena mungkin takut berhadapan dgn pemerintah dan militer, ini salah satu contoh yg paling menjijikkan, dari diamnya mayoritas thd penderitaan minoritas.

Kemana suara lantang Aung San Suu Kyi sang peraih nobel perdamaian ketika menyuarakan demokrasi? suara itu hilang, Suu Kyi pun diam seribu bahasa melihat tragedi kemanusiaan pd etnis Rohingya, sudah selayaknya Nobel tersebut dicabut.

Konflik Geopolitik yg berdarah dan menyebabkan tragedi kemanusiaan, pada daerah2 yg kaya dgn sumberdaya alam, menjadi semacam kutukan yg juga terjadj dibanyak negara dibelahan dunia lainnya.

Mengapa banyak negara diam, termasuk negara-negara di Asia? karena coorporasi mereka ikut terlibat disana, kita bersyukur Pertamina tidak ikut cawe-cawe disana, sehingga Indonesia yg paling bisa membantu terlibat menyelesaikan tragedi kemanusiaan tersebut.

Mari kita kirim bantuan kemanusiaan kepada masyarakat etnis Rohingya sesegara mungkin, dgn jernih melihat persoalannya, sambil menemukan formulasi dan dosis yg tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sudah dulu ya, kopi yg dibuat istri sudah dingin, bakwan mulai dilirik lalat…., mau nyate nggak ada yg kasih daging, mau antri kupon, malu sama yg lebih susah., segelas kopi dan bakwan cukup untuk tetap memberikan kesadaran jiwa pagi ini. Saudara ku rakyat Rohingya cuma doa yg bisa saya kirimkan.

Bandar Lampung, 2 Djulhijah

Disadur dari banyak sumber.

A.H

baca juga : Kepentingan Geopolitik Wilayah Arakan dan nasib Rohingya