Menyoroti Nikah Siri dan Ulah Disruptif Aris Wahyudi

Nikah siri memang bukan hal baru dalam ajaran agama Islam. Meskipun banyak disembunyikan, namun tak pelak lagi praktek nikah siri sarat masalah mulai dari masalah pelecehan hak istri sampai akhirnya menjadi modus pelacuran terselubung seperti yang sudah lama dilakukan di kawasan Puncak Cianjur.

Kali ini heboh nikah siri bukan datang dari praktek kawin kontrak ala Cianjur, tapi di internet manakala sebuah partai bernama Partai Ponsel yang digawangi mantan peneliti Lapan bergelar insinyur membuat partai dan membuka situs nikah siri online dengan fitur yang mencolok – “jual beli perawan”. Nah apa yang sebenarnya terjadi dengan bangsa ini?

Ambiguitas Hukum Nikah Siri

Ada dua pemahaman mengenai pengertian nikah siri di kalangan masyarakat Indonesia.

  1. Nikah siri diartikan sebagai suatu akad nikah yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama, tetapi syarat serta hukumnya sudah sesuai dengan hukum agama Islam.
  2. Nikah siri diartikan sebagai suatu pernikaan yang dilakukan tanpa adanya wali nikah yang sah dari pihak perempuan.

Lantas , bagaimana sih sebenarnya nikah siri itu sendiri menurut hukum Islam?

Kalau kita lihat, nomor satu maupun nomor dua ada pengertian yang nampaknya dapat dibuat seperti karet alias ambigu untuk penetapan suatu praktek keagamaan dalam hal ini menikah.

Pernikahan yang tidak dicatat di KUA, akan sah jika memenuhi rukun-rukun pernikahan yakni adanya wali, dua orang saksi serta ijab qabul.

Nabi sudah menganjurkan umatnya untuk memberi tahu pernikahan dengan mengadakan walimah. Acara walimah ini sangat dianjurkan oleh Nabi meskipun hukumnya tidak sampai sunah muakkad.

Banyak sekali hal positif yang bisa didapat ketika seseorang menyelenggarakan walimah. Antara lain bisa mencegah terjadinya fitnah, memudahkan masyarakat sekitar untuk memberikan kesaksian jika ada persoalan yang menyangkut kedua mempelai, serta bisa memudahkan masyarakat untuk mengetahui bahwa seseorang telah menikah atau belum.

Wali nikah menurut mayoritas ulama merupakan salah satu rukun sahnya akad nikah. Jika salah satu rukun tidak terpenuhi, maka bisa dipastikan nikah tersebut menjadi tidak sah. Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa wali nikah tidak termasuk salah satu rukun nikah, namun pendapat tersebut sangatlah lemah dan sebaiknya tidak patut diikuti.

Dalam praktek, nikah  siri biasanya dilakukan oleh para pejabat serta orang-orang kaya. Mereka melakukannya tanpa sepengetahuan dari istri dan dengan sengaja tidak dicatatkan di KUA.

Dalam hukum Islam nikah siri yang diperbolehkan adalah nikah yang syarat serta rukun nikahnya sudah terpenuhi yakni adanya wali nikah, dua orang saksi yang adil, serta adanya ijab qabul. Sedangkan nikah siri yang dilakukan tanpa adanya wali nikah hukumnya adalah tidak sah.

Muhammadiyah bahkan mengharamkan nikah siri sejak tahun 2015. Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid menyatakan, bahwa nikah sirih dilarang karena membawa mudarat atau kerugian bagi pihak perempuan.

“Dalam pandangan Muhammadiyah, nikah sirih tidak boleh. Karena membawa mudarat bagi perempuan. Kami melarang terjadinya nikah sirih,” katanya, Selasa (24/2/2015).

Dampak Nikah Siri bagi Wanita

Dampak dari pernikahan siri itu sendiri akan sangat merugikan bagi istri, baik secara sosial maupun secara hukum.

Secara hukum:

  • Istri siri tidak berhak atas warisan dan juga nfakah dari suami apabila suami meniggal dunia.
  • Istri siri tidak dianggap sebagai istri yang sah.
  • Istri siri tidak berhak atas harta gono-gini apabila terjadi sebuah perpisahan karena pada dasarnya perkawinan tersebut tidak pernah tercatat.

Secara sosial:

Istri siri kerap kali sulit untuk bersosialisasi di lingkungan mereka sendiri karena perempuan yang melakukan nikah siri sering kali di anggap sebagai istri simpanan, karena sudah tinggal serumah dengan laki laki tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Bahkan dampak negatif tersebut sampai pada si anak. Karena anak yang lahir atas pernikahan sirih maka statusnya dia dianggap sebagai anak yang tidak sah.

Konsekuensinya, anak hanya memiliki hubungan perdata dengan sang ibu dan tidak memiliki hubungan sama sekali dengan ayah. Hal ini sudah di sebutkan dalam undang undang pasal 42 dan 43 UU perkawinan. Di dalam aktanya, hanya akan tercatat nama ibunya yang melahirkan saja, dan statusnya dianggap sebagai anak yang lahir di luar nikah.

Dan status tersebut akan berdampak sangat mendalam dari segi sosial dan juga psikologis anak karena ketidak jelasan status anak di mata hukum.

Kasus Aris Wahyudi

Internet memang memungkinkan segala cara diwujudkan. Bahkan sepanjang sejarah internet, praktek yang berhubungan dengan industri pornografi, seks dan pelacuran merupakan bidang industri yang pertama kali meraup keuntungan jutaan dollar di dunia maya.

Pelacuran online di dunia barat memang sudah jadi praktek umum meskipun ada juga yang memberikan aturan yang sangat ketat mengingat pornografi menjadi momok yang menakutkan di internet dan menjangkiti siapa saja, mulai kakek nenek, sampai balita.

Mungkin dengan peluang itulah tidak heran di zaman ekonomi digital via smarthphone, Aris Wahyudi yang tukang insinyur elektro mantan peneliti Lapan, mendirikan partai ponsel. Tak tanggung-tanggung, iapun membuat manifesto dengan iming-iming peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memanfatakan ponsel dan nikah siri.

Dalam situs partaiponsel dot org tertulis bahwa situs nikahsirri dot com merupakan program milik Partai Ponsel.

Partai-partai lain berbuat untuk rakyat setelah menggenggam kekuasaan, namun Partai Ponsel belum berkuasa pun sudah merealisasikan program kerakyatan di www.nikahsirri.com,” tulisnya di  situs Partai Ponsel.

Aris nampaknya terilhami dengan biografi Soekarno “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” karangan Cindy Adam. Pria yang ternyata tukang insinyur elektro ini kemudian menuliskan manifestonya di situs partai ponsel.

“……Oleh karena itu, ketika melahirkan partai Ponsel ini, kami pun langsung melakukan aksi—atau memanifestasikan manifesto—membuat program kerakyatan di bawah payung www.nikahsirri.com ini. Program ini bisa dikatakan satu-satunya program yang ada di Indonesia yang bisa membantu keluarga miskin yang tak punya aset, alat produksi ataupun keahlian. Ini menjadi solusi bagi masalah pengangguran yang paling pelik akibat rendahnya kualitas SDM yang minim pendidikan serta pengalaman. Selain itu, program nikahsirri.com juga merupakan gerakan redistribusi aset yang tepat sasaran, karena dengan adanya kegiatan ini, maka aset yang terkumpul di sebagian masyarakat bisa terdistribusi ke keluarga pasangannya yang lebih miskin. Jadi, Nikahsirri.com adalah pengejawantahan “konsep baru yang brutally honest” bahwa kelamin juga merupakan aset yang bisa dijadikan sebagai alat produksi untuk pemasukan dana bagi keluarga, yang sama halalnya dengan alat-alat produksi selama ini dikenal, seperti otak (bagi pekerja kerah putih) dan otot (bagi pekerja kerah biru). Sekaligus menjadi gerakan nasional untuk menghindarkan rakyat dari perzinahan, karena Nikahsirri.com akan mampu membuat kaum pezinah migrasi menjadi pasangan suami istri.

Program nikahsirri.com menunjukkan bahwa partai Ponsel sebagai partai berbisnis dan berorientasi ekonomi, baik untuk kepentingan rakyat dan partai sendiri. Tujuan utama konsep partai berbisnis adalah untuk menghindari terjadinya korupsi keuangan negara oleh para kadernya dalam rangka pembiayaan operasional partai. …”

Partai Ponsel yang merupakan singkatan dari Partai Pelangsingan Obesitas Negara, Startup Ekonomi Luar Biasa itu pun digawangi oleh Aris Wahyudi yang pada situsnya disebut sebagai ketua umum DPP Partai Ponsel.

Di dalam situs Partai Ponsel dijelaskan secara rinci biografi Aris Wahyudi atau yang karib disapa Arwah.

Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu tercatat pernah kuliah di ITB pada jurusan Teknik Kimia. Namun, Arwah disebut-sebut mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia ke Essex University, Inggris hingga diwisuda menjadi seorang insinyur teknik elektro.

Setelah lulus, Arwah memulai kariernya dengan menjadi peneliti bidang radar di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Kecewa dengan kondisi kesejahteraannya sebagai peneliti Lapan, Arwah banting setir menjadi pengusaha di bidang informasi teknologi dan internet sejak 2005 dan mendirikan situs nikahsirri.com.

Pelacuran Online dengan Menyalahgunakan Terminologi Agama

Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya telah menangkap Aris Wahyudi (49), pemilik sekaligus pendiri situs nikahsirri.com, Minggu (24/9/2017).

Situs tersebut telah menjadi perbincangan di media sosial lantaran menyediakan fasilitas lelang perawan.

Profil di  situs nikahsirri pun nampak berbunyi sangat tendensius bagaimana nikahsirri dapat jadi solusi untuk menciptakan perdamaian dengan aktivitas seks selain mendatangkan kekayaan. Aris nampaknya terobsesi dengan kehidupan simpanse dan ingin mengadopsi perilakunya supaya tercipta kedamaian.

 

Menyamakan diri dengan simpanse dengan perilaku seksual bebas merupakan satu hal yang menujukkan adanya kerancuan logika Aris. Meskipun secara teknis genetis perbedaan antara simpanse, babi, dan manusi tidak banyak, tapi Aris nampaknya lupa kalau manusia bukan lah simpanse , meskipun masih disebur sebagai “Rational Animal” dengan kemampuan logis kreatifnya. Nampaknya, kemampuan ini mengalami distorsi sehingga tindakan Aris yang disruptif berhadapan dengan aparat hukum.

Transaksi dengan Koin

Model bisnis nikah sirri di dunia online bukan hal baru. Setahun yang lalu satu situs dating online dari Canada Ashley Madison menawarkan selingkuh online. Situs ini melakukan transaksi dengan menggunakan poin kredit . Model demikian rupanya diadopsi pemilik nikahsirri dotcom. Bisnis Ashley mejadi heboh setelah sepuluh ribuan data pelanggannya kena hack dan datanya mulai disebar di internet. Bisnis Ashley pun menjadi soroton karena ribuan orang dan rumah tangga di berbagai belahan dunia terancam bakal berantakkan.

Untuk kasus nikahsirri, Arif nampaknya mengadopsi jual beli dengan konsep yang serupa dengan situs Ashley Madison (lihat video diatas). Dengan menggunakan bahasa keagamaan, “mahar” diwakili dengan sejumlah koin yang mempunyai nilai satu koin mahar setara 100.000 rupiah.

Perempuan dan lelaki yang dilelang menjadi mempelai di situs tersebut disebut mitra dan bebas mencantumkan jumlah koin agar bisa dinikahi oleh member atau klien yang bergabung di situs tersebut. Mitra ini bisa menentukan dirinya berapa mahar yang diinginkan. Misalnya 200 koin berarti senilai 200×100.000= 20.000.000 juta. Yang dimaksud mitra selain si calon mempelai adalah penghulu dan saksi.

Untuk member atau klien yang mau bergabung, terlebih dahulu diwajibkan mentransfer uang sebesar Rp100 ribu. Setelah membayar, member diberikan username dan password agar bisa melihat daftar nama perempuan dan pria yang dilelang di situs tersebut.

Apabila member ingin meminang mitra di situs tersebut, harus kembali membayar sejumlah uang sesuai jumlah koin atau mahar yang diminta. Misalnya, mitra menentukan mahar 200 koin, maka klien harus mentransfer sebesar 20 juta ke rekening Arif baru transaksi berlanjut.

Aris juga akan menunjuk penghulu dan saksi agar proses nikah siri bisa dilakukan. Penghulu dan saksi merupakan orang yang turut direkrut Aris sebagai mitra.

Apabila sudah ada kesepakatan untuk menikah siri, Aris memperoleh keuntungan 20 persen dari total koin yang diminta mitra. Pertemuan antara klien dan mitra (calon mempelai, penghulu dan saksi) akan di fasilitasi oleh Aris. Keuntungan yang diambil Aris sekitar 10-20 % sisanya diambil mitra lainnya.

Praktek prostitusi online sangat kental dengan berkedok nikah siri ini, polisi masih menyelidiki total anak-anak di bawah umur yang diduga dilibatkan menjadi mitra yang siap dinikahi.

Sejak situs Nikahsirri.com diluncurkan 19 April lalu, Aris telah merekrut sebanyak 300 mitra yang diantaranya adalah perempuan dan laki laki yang siap dinikahi. Syarat perempuan dan laki laki agar bisa menjadi mitra situs tersebut yakni harus berumur minimal 14 tahun. Sedangkan, member atau kliennya yang telah bergabung, ada sebanyak 2700 orang yang didominasi berjenis kelamin laki laki.

Aris akan kena jerat dengan Pasal 4, Pasal 29, dan Pasal 30 UU 44/2008 tentang Pornografi. Selain itu, Aris juga disangkakan melanggar Pasal 27, Pasal 45, dan Pasal 52 ayat (1) UU 11/2008 tentang ITE.

Selain itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/9) menyebutkan jika terbukti ada unsur perdagangan orang maka pelaku tindak pidana perdagangan orang dalam kelompok yang terorganisasi tersebut dipidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun. Ditambah pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling Rp 600 juta.

Seluruh hukuman yang tertera dalam pasal 2 UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) tersebut ditambah sepertiga jika terbukti dilakukan oleh kelompok terorganisir, sesuai dengan ketentuan Pasal 16 UU PTPPO.

“Kemen PPPA menegaskan hendaknya kasus seperti ini tidak terulang dan perlunya partisipasi masyarakat untuk lebih membantu pemerintah untuk mencegah eksploitasi perempuan dan anak. Bilamana kasus seperti ini terulang maka pemerintah akan terus bekerja sama dan tidak akan segan untuk menindak tegas,” tukas Yohana.

Sudah Lama Dilaporkan, Tapi Tindakan Aparat Lamban

Nikah  siri online sudah marak sejak tahun 2015. Namun nampaknya pihak aparat lambat mengantisipasi sampai akhirnya memuncak dengan munculnya partai ponsel. Kemunculan partai ponsel wajar saja karena transaksi prostitusi terselubung sudah menjadi modus di zaman chatting via Whatsapp maupun app android lainnya.

Sejak tahun 2015, nikah siri secara online tengah marak. Dirjen Bimas Islam Machasin mengingatkan, masyarakat jangan mudah terpancing dengan iklan nikah siri online membuat ribet dan lebih banyak mudharatnya.

Sebenarnya sudah lama Kementerian Agama meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup situs yang menawarkan jasa nikah siri. Sebab, situs-situs tersebut telah membuat warga resah.

” Kami sudah membuat surat kepada Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik agar memblokir situs nikah siri online,” ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muchasin di laman resmi Kemenag, Kamis 19 Maret 2015.

Menurut Machasin, nikah siri terjadi karena posisi perempuan yang lemah dari sudut budaya dan ekonomi. Sehingga dimanfaatkan oleh kepentingan laki-laki yang memiliki kekuasaan.

Nikah siri, tambah dia, juga bisa muncul karena adanya keinginan menyembunyikan perkawinan akibat aturan negara tidak memungkinkan, seperti bagi pejabat. ” Ada yang sengaja ditutupi,” ujar Machasin

Mengenai nikah siri online yang kini marak, Machasin mengatakan ada dua hal yang harus dicermati. Pertama, apakah yang online itu iklannya melalui internet dan pelaksanaannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Atau apakah keduanya, iklan maupun pelaksanaannya dilekukan secara online.

Karena itu dia mengimbau masyarakat jangan mudah terpancing dengan iklan nikah siri online yang bisa memunculkan efek buruk. Nikah siri online yang marak dipraktekkan di tengah masyarakat harus diluruskan kembali dalam bentuk penyadaran esensi pernikahan itu sendiri.

Sementara, Direktur Utusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muchtar Ali, mengatakan, akan melakukan upaya-upaya hukum terkait adanya layanan online nikah siri. Dia mengaku telah melaporkan sejumlah praktik nikah siri online ke Polda Metro.

Menurut Muhktar, Kantor Urusan Agama (KUA) menyediakan pernikahan yang resmi atau dicatat oleh negara tanpa dipungut biaya. Apabila pernikahan digelar di rumah, hanya dikenai biaya sebesar Rp 600 ribu. Angka itu jauh lebih murah dari nikah siri sebesar Rp 2,5 juta.

@atm, berbagai sumber