Menulis Singkatan dan Akronim Yang Benar dan Baik Sesuai Dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Lagi, saya mau nulis tentang Bahasa Indonesia, kali ini soal singkatan yang sering say atemui dimanapun. Cara menulis singkatan dalam Bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Nah ini yang seringkali keliru diterapkan. Bagaimana cara penulisan singkatan menurut aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)? Apa beda singkatan dan akronim?

Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Sedangkan akronim, ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.

Khusus untuk pembentukan akronim, hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.

Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia.
Akronim dibentuk dengn mengindahkan keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

Pedoman pembentukan singkatan dan akronim diatur dalam Keputusan Mendikbud RI Nomor 0543a/U/198, tanggal 9 September 1987 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

 

1. Singkatan

a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.

Misalnya :

M. Atmonadi

Anggun C. Sasmi

Titi D.J.

A.M. Sangaji (singkatan nama di depan Abdul Mutholib Sangaji)

R.A. Kartini (gelar kebangsawanan Raden Ajeng)

Muh. Yamin

Suman Hs.

M.B.A.(master of business administration)

M.Sc. (master of science)

S.Pd.(Sarjana Pendidikan)

S.Kom. (Sarjana Komputer)

Bpk.(bapak)

Sdr.(saudara)

Kol.(Kolonel)

 

b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti tanda titik.

Misalnya :

MPR(Majelis Perwakilan Rakyat)

PGRI(Persatuan Guru Republik Indonesia)

KTP(Kartu Tanda Penduduk)

 

c. Singkatan umum yang berasal dari satu kata yang disingkat jadi tiga huruf dan gabungan lebih dari satu kata yang disingkat jadi tiga huruf atau lebih diikuti satu titik.

Misalnya :

satu kata :

tgl. (tanggal)

blm. (belum)

sdh. (sudah)

tsb. (tersebut)

hlm. (halaman)

lebih dari satu kata :

dsb. (dan sebagainya)

sda.(sama dengan atas)

yth. (yang terhormat)

dkk. (dan kawan-kawan)

 

d. Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik.

Misalnya :

a.n.(atas nama)

d.a.(dengan alamat)

u.b.(untuk beliau)

u.p.(untuk perhatian)

 

e. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Misalnya :

Cu(kuprum)

cm(sentimeter)

l(liter)

kg (kilogram)

Rp(rupiah)

 

2. Akronim

a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.

Misalnya :

ABRI(Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)

LAN(Lembaga Administrasi Negara)

SIM(surat izin mengemudi)

 

b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

Misalnya:

Akabri(Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)

Iwapi(Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)

Sespa(Sekolah Staf Pimpinan Administrasi)

Pramuka (Praja Muda Karana)

 

c.Akronim yang buka nama diri yang berupa gabungan, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.

Misalnya:

pemilu( pemilihan umum)

rapim(rapat pimpinan)

rudal(peluru kendali)

tilang(bukti pelanggaran)

sumber : https://tunas63.wordpress.com/2008/10/14/eyd-cara-menulis-singkatan-dan-akronim/