Menempatkan Kata atau Kalimat Berbahasa Arab dalam suatu Kalimat

Saya kebetulan lagi jadi editor untuk buku catatan perjalanan seorang sahabat. Nah, untuk menjadi editor ternyata gampang-gampang susah karena perlu kecermatan lebih untuk menelusuri suatu naskah. Selain itu, saya harus kembali rajin membuka kamus bahasa Indonesia maupun Inggris, atau kamus istilah tertentu supaya lebih bisa dapat gambaran apa yang dimaksud oleh suatu istilah khusus dan khas suatu bidang keilmuan. Apalagi naskah yang saya sunting adalah catatan perjalanan seseorang yang punya latar belakang teknis dan bisnis yang kuat. Jadi dalam penulisan naskahnya, si penulis menggunakan bahasa keseharian yang biasa namun jarang diketahui oleh masyarakat awam. Jadi, karena bukunya itu ditujukan untuk semua orang sayapun harus lebih rajin membolak balik rujukan kebahasaan.

Nah, salah satunya adalah penggunaan kata atau kalimat yang diadopsi dari bahasa Arab atau bahasa agama Islam. Misalnya kata : insyaallah, alhamdulillah, bismilllah, astagfirullah, dll. Saya harus setidaknya tahu apakah penulisan kata atau kalimat tersebut sudah masuk KBBI atau belum dan bagaimana penulisannya kalau ada di depan kalimat dan di tengah kalimat. Apakah menggunakan huruf kecil atau huruf besar. Nah, asyik nih pikir saya karena nambah ilmu baru dalam penulisan kata maupun kalimat.

Huruf Besar Atau kecil

Ini yang pertama menarik perhatian saya, bagaimana penulisannya apakah menggunakan huruf besar atau kecil.

Kaidahnya dasarnya dari beberapa kaidah yang ada antara lain :

  1. Huruf pertama kata pada awal kalimat
  2. Huruf pertama petikan langsung
  3. Huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan

Penggunaan kalimat “Insyaallah”, “Alhamdulillah”, dll. menggunakan huruf besar atau kapital jika berada di awal kalimat atau petikan langsung. Kalau ada di tengah kalimat maka digunakan huruf kecil dan disambungkan.

Kalimat bahasa Arab banyak ditemukan berupa gabungan kata, penulisannya digabungkan menjadi satu kesatuan misalnya : akhirulkalam, alhamdulillah, astagfirullah, bismillah, insyaallah, silaturahmi, syahbandar, wasalam dll.

 

Mana Yang benar “insya Allah atau insyaallah”

 

Penulisan kata “Insyaallah” dalam bahasa Indonesia selama ini belum ada keseragaman. Ada yang menulis insya Allah, insyaallah, insha Allah, in sha Allah dan sebagainya.

Penulisan terpisah sebagai dua suku kata : insya Allah

Contoh kalimat  :

Tapi kalau kita serius dan bahu membahu, insya Allah jalan itu akan terbuka.

Insya Allah, jalan telah terbuka atas izin Allah.

 

Penulisan contoh kalimat satu suku kata :

Tapi kalau kita serius dan bahu membahu, insyaallah jalan itu akan terbuka.

Insyaallah, jalan telah terbuka atas izin Allah.

 

Dalam akun instagramnya, Kemdikbud menyebutkan penulisan kata yang berasal dari bahasa Arab ini yang benar adalah disambung, yakni: insyaallah. Menurut analisa Kemdikbud, kata ini menjadi tidak bermakna jika dipisah.

Ketentuan yang sama juga dituliskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi kemendikbud. Dikutip dari laman resminya, http://kbbi.kemdikbud.go.id, penulisan kata yang bermakna ‘jika Allah mengizinkan’ ini juga disambung dengan huruf ‘a’ yang mengawali kata Allah ditulis kecil:

insyaallah.

Arti kata insyaallah menurut KBBI adalah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi (maknanya ‘jika Allah mengizinkan’).

 

Sebaliknya, di situs KBBI.WEB.ID penulisan insyaallah dipisahkan, kalau kita masukkan teks pencarian “insyaallah” maka akan muncul teks “insya Allah” dengan arti :

 

ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi (maknanya ‘jika Allah mengizinkan’)

KBBI.WEB.ID dikelola secara pribadi oleh Ebta Setiawan dan mempunyai database utama yang mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa). Jadi kalau kita merujuk ke sumber maka yang dipakai sebaiknya sumber primer dari Depdikbud.

 

Kata insyaallah memang sering digunakan dalam pembicaraan. Meski berasal dari bahasa Arab, kata insyaallah tak hanya digunakan oleh orang muslim. Warga non muslim pun sering menggunakan kata insyaallah dalam konteks harapan atau kemungkinan yang diharapkan terpenuhi.

 

by @tm, berbagai sumber