Mawas Diri

Interaksi yang paling hebat dan tidak pernah berhenti terjadi di dalam diri manusia yaitu antara nafsu kebaikan (nafs lawammah) dengan nafsu kejahatan (nafs ammarah). Nabi Muhammad SAW sudah mewanti-wanti hal ini didalam hadisnya yang terkenal, “Jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu”.

Nabi Muhammad SAW tidak menakut-nakuti umatnya ketika mengeluarkan sabda diatas. Mengingat kondisi ruhaniah manusia yang sangat kritis, godaan Iblis yang terus-menerus, setan yang suka mampir bahkan mungkin nafsu akan menetap di kalbu, dan berbagai pengaruh eksternal yang dapat ditangkap indra manusia yang dapat mempengaruhi kondisi internalnya.

Kalbu sebagai suatu sistem energetis merupakan sistem yang penuh ketidakpastian, karena secara esensial sifat energetis mudah berubah dan tidak bertempat. Kendati kita tidak tahu persis apakah esensi kalbu sebenarnya namun karakter-karakter dominan yang menguasi kalbu sudah lama dikenal.

Dalam literatur klasik Islam, seperti al-Gazhali, disimpulkan bahwa dalam diri manusia terdapat tujuh dominasi nafsu terhadap sistem kalbu mulai dari nafs ammarah yang rendah dengan cenderung materialistik sampai Sirr Al Asrar yang sangat rahasia – tempat bercengkeramanya hati yang suci termurnikan dengan Allah SWT.

Karena esensinya, maka gerak-gerik kalbu digambarkan bolak-balik tak menentu, kecuali pada tingkatan tertinggi dan paling murni atau suci. Gerak-geraik kalbu di tingkatan paling kasar atau rendah yaitu nafs ammarah sangat mudah dipengaruhi oleh bersitan-bersitan dan kelebatan hasrat yang berasal baik dari dalam maupun dari luar diri manusia. Artinya gangguan yang datang bisa bersifat fisik maupun non fisik. Gangguan fisik mungkin bisa dikenali dan dihindari, namun gangguan non fisik seperti munculnya bisik-bisik susah diduga dan bias dating mendadak.

Bersitan-bersitan atau bisik-bisik di dada manusia yang mempengaruhi kalbu dapat berasal darimana saja, 360 derajat, bahkan tanpa diduga pun hati yang tenang bisa mendadak sontak gelisah tak menentu. Iblis nampaknya memang kenal betul karakter ruhaniah manusia yang satu ini, sehingga ia mengatakan akan menggoda manusia dari depan, belakang, kiri, dan kanan, persis 360 derajat dalam arah mendatar, arah sudut pandang dan gerak dari tentara-tentara hati yaitu panca indra.

Perlu kita sadari, Iblis akan menggoda manusia dengan berbagai tipu dayanya ; mulai dari bisikan kasar sampai bisikan paling halus, mulai dari yang nampaknya benar sampai yang menyimpang secara kasat mata. Namun, Iblis nampaknya tidak akan sanggup menggoda dari atas dan bawah tempat dimana manusia menengadahkan tangan untuk berdoa kepada Tuhan dan bersujud menyembah-Nya. Iblis pun tak akan sanggup menggoda hamba-hamba Allah yang bertaraf mukhlas.

 

 

Bab 16, Menaklukkan Gunung Kesombongan Jiwa, by @tmonadi, rev 5/6/2017