Kiat Pola Makan Sehat Selama Ramadan

Ramadan tiba, pastinya akan ada perubahan dengan pola makan dan minum sehari-hari. Namanya juga puasa. Jadi pastilah tatacara makan minum bahkan adab dan sikap kita akan berupaya menyesuaikan diri. Bagi yang sering berpuasa, sunah maupun wajib seperti bulan Ramadan, tentunya tak sulit untuk menyesuaikan kebiasaan. Bahkan momen-momen puasa Ramadan banyak dinantikan kita sebagai Umat Islam. Tapi bagaimana dengan kamu yang masih belia, atau katakana saja baru tobat, dan bulan ini ingin puasa sampai tuntas? Nah kira-kira beginilah kiat-kiat untuk menjaga pola makan agar tetap sehat dan bugar selama bulan Ramadan.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui supaya makanan yang kita konsumsi selama bulan puasa dapat menyehatkan badan dan bukan sebaliknya. Untuk itu, hal-hal berikut ini hendaknya selalu kita terapkan dalam mengatur pola makan selama bulan puasa :

Makanan berserat bikin segar lebih lama?

Sahur sangat penting untuk mendukung kelancaran ibadah puasa, karena makanan yang kita santap pada saat sahur akan menjadi cadangan energi selama kita berpuasa. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak meninggalkan sahur ketika akan berpuasa karena terdapat berkah dalam makan sahur.

Seperti yang terdapat dalam hadits dari Anas Ibnu Mali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada berkahnya” (Muttafaq Alaih).

Makanan berserat akan memperlancar proses pengeluaran racun dari dalam tubuh serta dapat mengurangi konsentrasi radikal bebas dalam tubuh, hingga sel-sel tubuh menjadi lebih segar dan elastis.

Makan sahur berlebihan malah bikin lemes?

Makan berlebihan ketika sahur akan menyebabkan melonjaknya kadar gula dalam darah serta merangsang keluarnya hormon insulin secara berlebihan. Hormon insulin ini akan mengangkut gula darah ke seluruh jaringan tubuh guna diubah menjadi glikogen atau lemak. Apabila kita makan terlalu banyak, maka glikogen dan lemak yang dihasilkan juga berlebihan. Padahal, lemak yang berlebihan sukar diuraikan menjadi gula darah kembali. Akibatnya, seseorang yang makan berlebihan saat sahur tidak bertambah segar, tapi justru semakin merasa lesu.

Puasa tapi kebutuhan cairan 8 gelas sehari terpenuhi, bagaimana caranya?

Usahakan tetap mengkonsumsi air 8 gelas setiap harinya, caranya antara lain adalah dengan meminum sekitar 2 gelas saat buka puasa, lalu setelah tarawih hingga menjelang tidur, minum lagi sebanyak 3-4 gelas. Sedangkan pada saat sahur Anda bisa minum sebanyak 2 gelas lagi. Minum air tidak selalu berarti air putih saja, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.

Menyegerakan berbuka bagus untuk kesehatan lambung?

Seperti yang terdapat dalam salah satu hadits dari Sahal Ibnu Saad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’ alaihi wa sallam bersabda : “Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”  (Muttafaq Alaih).

Syariat Islam yang sempurna telah mengajarkan pada kita supaya tidak memberat-beratkan diri dengan menunda berbuka puasa padahal waktunya telah tiba karena hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan terutama pada organ lambung.

“Balas dendam” ketika buka puasa tidak baik untuk lambung!

Berbuka puasa dengan makanan berat dalam jumlah banyak justru memberatkan kerja lambung yang sudah dibiarkan beristirahat sekitar 12 jam. Jangan sampai menjadikan waktu berbuka puasa sebagai ajang balas dendam setelah seharian menahan lapar dan haus.

Sebaiknya Anda makan dan minum yang manis saat berbuka (disunnahkan berbuka dengan kurma) dan makan makanan ringan yang mudah dicerna. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur kembali normal, lakukan shalat maghrib. Selang setengah jam kemudian, makanlah  menu lengkap secukupnya. Setelah shalat tarawih, Anda dapat makan lagi, jika masih merasa lapar.

Bagi para ibu rumah tangga, menyajikan menu berbuka bagi keluarga tentu sangat menyenangkan. Dan alangkah lebih bijaksana jika para ibu menyiapkan menu yang sehat dan bergizi untuk menunjang kelancaran ibadah puasa seluruh keluarga.

sumber : https://ummushofiyya.wordpress.com/