Kiat Mudik Lebaran : Awas Bahaya Microsleep Saat Berkendara

Entah saya memang tumor (tukang molor) atau kelelahan selama berkendara sehabis pulang kerja, beberapa kali saya mengalami beberapa jenak ketiduran yang nyaris membuat celaka saya saat saya naik motor. Bayangkan, naik motor  ketiduran, alhamdulillah saya masih dilindungi Allah swt sehingga tidak sampai kecelakaan. Mungkin Allah swt melindungi saya karena saya selalu berdoa setiap kali mau berkendara. Maklum saja, namanya orang berkendara, entah sepeda, motor, mobil, ataupun naik kendaraan umum, faktor keamanan kita sangat dipengaruhi oleh keadaan dari dalam maupun luar.

Dari dalam, mungkin saja kita belum mahir berkendara jadi harus hati-hati, dari luar kita tidak tahu bahaya datang darimana mungkin dari depan, belakang, samping bahkan bisa jadi dari atas misalnya ketiban papan reklame. Nah, mengenai masalah ketiduran saat berkendara ini memang patut diwaspadai karena datangnya dari dalam diri kita sendiri. Sejauh pengalaman saya, biasanya karena faktor kelelahan amat sangat yang membuat kita terkantuk-kantuk saat berkendara atau pas lagi meeting. Ketiduran sesaat ini istilahnya microsleep.

Nah, sodara bagi yang saat ini sedang mudik atau berencana untuk berkendara jarak jauh maupun jarak dekat, atau kalau kebetulan profesi Anda supir angkutan umum, perhatikan kemungkinan terjadinya microsleep. Nah begini ceritanya menurut suatu pesan WhatsApp yang masuk ke telpin saya dan beberapa rujukan di Internet.

Microsleep

Microsleep atau tidur mikro menurut teori adalah suatu keadaan dimana anda terlelap (ketiduran) untuk waktu sepersekian detik, tanpa disadari. Memang, analogi tidur tuh ya gak sadar. Hanya saja micro sleep ini biasa terjadi di tempat yang ‘tidak diinginkan’. Biasanya, disebut micro sleep jika tidur yang tidak sengaja ini terjadi 1 sampai 30 detik. Jika lebih dari itu, namanya udah tidur beneran, dan biasanya di tempat yang diinginkan. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah “shut down”.

Pada kecepatan 70km/j, microsleep selama 3 detik menyebabkan kendaraan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/j.

Seringkali pengemudi menganggap dia kebal karena biasa berkendara jarak jauh. “Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus.”

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kendaraan dipacu kencang, rasa mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon ‘adrenaline’ yang meningkatkan upaya ‘fight or flight’. (Fight or flight adalah sitiuasi dimana badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang memberhayakan diri: lari atau lawan). Adapula sebahagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya.

Kesan ‘fight or flight’ hanya seketika saja. Sistem badan akan ‘burn out’ dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama.

Penyebab Microsleep

Micro sleep biasanya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental yang amat sangat, kurang tidur, depresi, THR gak dapet, stress, masih jomblo padahal mau pulang kampong, atau hipersomnia. Micro sleep bisa datang kapan saja, oleh karena itu para pengendara (khususnya yang menampuh jarak jauh) harus waspada mengenai keadaan ini.

Beberapa gejala akan terjadinya micro sleep yang umum terjadi adalah :

  • Sering melakukan kesalahan. Ketika mengemudi, kecepatan sering tidak teratur, salah mengambil jalur, dll.
  • Kepala sering mengangguk/terkulai
  • Kelopak mata berat, sebentar-sebentar menutup salah satu atau kedua mata
  • Sakit kepala
  • Menguap
  • Perasaan lelah

Jika anda mengalami hal-hal diatas, maka anda harus meningkatkan kewaspadaan anda saat berkendara. Atau lakukan hal berikut :

🔺 BERHENTI.
🔺 PARKIR MOBIL DI TEMPAT YANG AMAN
🔺TIDUR.

Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup. Ulang setiap kali anda mula berasa mengantuk. Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh.

Kiat Menghindari Microsleep

Ada beberapa kiat untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan micro sleep. Mungkin akan berguna bagi anda yang suka berkendara dalam waktu lama.

  • Ambillah waktu untuk istirahat setelah berkendara selama 3 atau 4 jam. Mungkin daya tahan orang berbeda-beda, ada yang sanggup hingga 6-7 jam. Oleh karena itu, 3 atau 4 jam itu untuk paling minim.
  • Jika berkendara jauh, usahakan jangan sendirian. Akan lebih bermanfaat jika teman perjalanan anda enak diajak ngobrol, dan dapat memperhatikan keadaan anda. Jadi bisa sebagai ‘alarm’ jika anda mulai terlihat kelelahan.
  • Gunakan telepon genggam anda. Bukan untuk mengganjal mata anda yah! Telpon orang kesayangan anda, ngobrol sambil berkendara tidak akan masalah. Tapi jangan lupa, gunakan handsfree. Jangan pernah berkendara sambil main handphone!!
  • Jangan biarkan pikiran kosong saat berkendara. Putarlah musik, dan bernyanyilah jika anda berkendara sendirian. Mungkin sedikit berteriak tidak akan masalah. Oh iya, jangan lupa pastikan semua jendela tertutup rapat ya jika anda ingin teriak2. *pengalaman jejeritan dilampu merah dan anjal + polisi pada bengong.
  • Jika anda berjiwa mudaberkhayal lah saat berkendara. Bayangkan anda sedang ikut race, goyangkan tubuh anda ke kiri dan kanan saat menikung. Tapi ingat, jangan ngebut. Hanya bayangkan saja!

 

Untuk penumpang yg duduk disamping Pak Sopir, jadilah co-driver yang baik. Coba lakukan beberapa hal ini:

1. Ajak pengendara berbincang, utk mengurangi rasa bosan.
2. Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur, tegur Pak Sopir..
3. Sekali sekali lihat instrumen di dashboard, Apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu – lampu peringatan yang menyala? Jika ada, tegur.

Berhati hati di jalan raya. Musim libur telah dimulai. Jangan jadikan diri dan keluarga anda menambah jumlah statistik kecelakaan.

Ramadhan Kareem.

byAdmin, dicomot dari berbagai sumber