Kesehatan Fisik Dan Kesehatan Spiritual

Adakah relasi langsuang antara kesehatan fisik dan spiritual? Beberapa orang mengatakan ada dengan penuh keyakinan, beberapa yang lainnya menyebutkan tidak dan melulu akibat kualitas kehidupan kita semata yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Hal ini memang masih banyak perdebatan, dan informasi antara kesehatan badani dan katakana saja kesehatan spiritual pun seringkali tidak benar-benar secara kongkrit terbukti. Meskipun demikian, ada sementara orang yang meyakini tidak peduli apakah ada buktinya atau tidak, apakah informasinya asli atau hoak. Salah satunya adalah informasi yang mampir ke WAG saya ini. Karena penasaran saya mencoba melacaknya di Internet via Google, namun tidak dikemukan sumber aslinya. Nah, informasinya kira-kira speerti ini. Jika And atahu sumber aslinya, silahkan beri keterangan di kolom komentar. Terimakasih.

Tiga orang Profesor ilmu kesehatan dari Yordania, Jepang, dan Canada, yaitu Khalid Isa Maktuum, Nakamura Maroto Kiwa dan Richard McGiven Hurt melakukan Riset bersama (kolaboratif) tentang hubungan kesehatan spiritual dengan kesehatan fisik. Riset ini memakan waktu kurang lebih 3 tahun sejak mulai persiapannya, dengan responden sebanyak 2000 orang yang berasal dari tiga negara asal 3 profesor ini dan menghabiskan dana sekira 80 ribu US Dollar.
Para responden dipantau oleh 3 Professor ini selama 2 tahun melalui pemantauan berkala (periodic monitoring) dan melalui berbagai sarana langsung atau tidak langsung.
Dan yang cukup mengejutkan dari penelitian ini, bahwa hampir seluruh penyakit berbahaya/cukup berbahaya pada fisik merupakan akibat dari adanya gangguan mental-spiritual.
Dan di antara penyakit2 tersebut adalah :

1. Sakit Maag
Penyakit ini bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena tekanan stress yang kemudian menjalar ke lambung, sehingga menyebabkan tingginya kadar asam dan menyebabkan pencernaan terganggu.

2. Hypertensi bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam mengatur emosi.

3. Kolesterol bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa malas berlebihan yang lebih dominan dan berperan besar dalam proses penimbunan lemak dalam tubuh.

4. Asthma bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa sedih yang berlebihan memberi kontribusi besar dalam membuat kerja paru-paru jadi tidak stabil.

5. Diabetes bukan hanya karena terlalu banyak mengkonsumsi glucousa, tapi sikap juga karena sikap egois dan keras kepala yang mengganggu fungsi pankreas dalam memproduksi insulin.

6. Penyakit Liver bukan hanya karena kesalahan pada pola tidur, tapi lebih banyak dikarenakan sifat suu’ zhonn (sering berburuk sangka) kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. Jantung Koroner bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi jarang bersedekah membuat jantung kita seringkali kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya menjadi tidak stabil.

Menurut penelitian itu pula, prosentase Faktor penyebab penyakit bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

– Spiritual 50%
– Psikis 25%
– Sosial 15%
– Fisik 10%

Klasifikasi ini didapatkan berdasarkan hasil pemantauan terhadap para partisipan, yang pada akhir penelitian jumlahnya berkurang menjadi 1820 orang. Karena sejumlah 180 orang mundur dari keikutsertaannya karena stress dan berbagai alasan lainnya, termasuk meninggal dunia dengan cara kurang wajar/tidak wajar yang jumlahnya cukup besar mencapai 70 orang.

Pesan utama yang hendak disampaikan oleh hasil penelitian ini adalah jika kita ingin selalu sehat, maka sangat penting untuk memperbaiki diri kita, terutama memelihara hati dan pikiran kita dari segala jenis penyakit seperti : hasad, iri, dengki, pendendam, fitnah, ghibah, riya, ujub, benci berlebihan tanpa alasan, amarah terpendam, sombong, pelit, suu’ zhon, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya.

Adapun kunci kesehatan utama itu adalah dengan memperbanyak interaksi dengan Tuhan dan mudah untuk memaafkan.
Juga dengan cara menata hati dan bersikap menerima (ikhlas) kan yang sudah terjadi.
Perlu pula untuk banyak bersyukur dan menikmati kebahagiaan sekecil apapun.
Terus menjalin persaudaraan sesama manusia dan selalu saling mengingatkan dalam kebaikan.

Seraplah ilmu dari arah mana saja, baik dari kawan maupun dari lawan.
Karena seringkali ada ibrah (pelajaran) tersembunyi dari kejadian yang menimpa orang-orang di sekitar kita.

* Tebarkan Aura Positif secara maksimal, lalu
* Serap pula Aura Positif secara optimal pula.

SEMOGA BERMANFAAT

Sumber tulisan :
Kayfa Tudabbaru Sihhatu al Ruuh كيف تدبر صحة الروح (mengatur kesehatan spiritual) , sebuah artikel pada majalah kesehatan ”al Muraaja’aat, terbitan Fak. Kedokteran Universitas Yordania, Edisi 3 Vol 2 tahun 2005, hal 93.

Nah itulah informasi yang sampai saya publikaiskan di myquran.id ini tidak ditemukan sumber sahihnya. Adakah yang mengetahuinya? Silahkan isi di kolom komentar kalau tahu sumber aslinya atau malah informasi kesehatan hoax.

bt @tm