QS 5:51

Islamofobia, Ardian Syaf, Simbol 212 dan QS 5:51 Yang Membuat Heboh Dunia Komik Marvel

Ardian Syaf dikenal sebagai pelukis komik Marvel dan DC. Buah karyanya sudah dikenal dunia sejak 10 tahun yang lalu. Tiba-tiba ia jadi perbincangan di forum diskusi reddit dot com yang menyoal munculnya simbol 212 dan QS 5:51 di komik marvel terbaru yaitu seri X-Men Gold.

Islamofobia & Diskriminasi

Demikian ramainya perbincanganpun lari kesana kemari sampai akhirnya terindikasi adanya virus Islamofobia di kalangan industri komik dunia sekelas Marvel. Ardian pun nampaknya tenang-tenang saja ketika Marvel memutuskan kontraknya. Bahkan setelah dipecat ia dikabarkan mendapat banyak tawaran untuk menjadi komikus di perusahaan lain. Tentunya yang tidak diskriminarif dalam menerima ide dan gagasan sang komikus.

Perdebatan seru di FB Ardian Syaf karena aksi 212 di komik Marvel
Perdebatan seru di FB Ardian Syaf karena aksi 212 di komik Marvel
Statemen Ardian syaf setelah dipecat Marvel
Statemen Ardian syaf setelah dipecat Marvel

Gimana sebenarnya gambar yang dihebohkan itu? Nah ini dia.

Komikus Ardian syaf dan karyanya yang membuat heboh Marvel
Komikus Ardian syaf dan karyanya yang membuat heboh Marvel karena sisipan nomor simbol Aksi Bela Islam 212

 

Sisipan simbol nomor QS 5:51 Al-Maidah di kaos pemain baseball yang membuat heboh
Sisipan simbol nomor QS 5:51 Al-Maidah di kaos pemain baseball yang membuat heboh

Kekuatan Mistis 212 dan Ayat QS 5:51

Demikian mistiskah angka 212 dan QS 5:51 bagi publik yang dihinggapi virus Islamofobia?

Pada kenyataannya simbol 212  sebenarnya sudah umum dipakai sebagai nama supermarket, parfum, mobil Aston Martin,  maupun identifikasi tertentu di dunia. Bahkan di tanah air 212 sudah lama sekali menjadi simbol khas Wiro Sableng sosok rekaan Bastian Tito yang terkenal dengan kapak maut Nogogeninya. Wiro Sableng adalah novel silat yang mengisahkan sepak terjang pendekar kocak Wiro sableng dengankapak sakti yang bertulisakan nomor 212.

Parfum 212 Carolina Herrera
Parfum 212 Carolina Herrera
Aston Martin 212 DP
Aston Martin 212 DP
212 Supermarket
212 Supermarket

Jadi tak perlu ditakutkan kecuali memang ada kebencian inheren terhadap Umat Islam dan aksinya yang mengejutkan dunia pada tanggal 2 Desember tahun 2016 yang lalu ketika mengecam Ahok yang telah melanggar rambu kepatutan sebagai gubernur non-muslim. Simbol QS 5:51 juga bukan nomor ajaib dan mistis meskipun akhirnya menjadi pijakan dimana kekuatan Islam di Indonesia memperoleh momentum untuk menuntut keadilan supaya Ahok diseret ke pengadilan yang ternyata alot karena banyak intervensi penguasa. Celakanya ayat ini ditafsirkan oleh pihak Marvel sebagai ayat anti semit, bahkan Wikipedia bahasa Inggris menyimpulkan pesan QS 5:51 di komik tersebut merupakan pesan anti semit.

Ardian Syaf is an Indonesian comic book artist. He has worked for DC Comics,Marvel Comics, and Dynamite Entertainment.

In April 2017 he became embroiled in controversy for inserting hidden anti-semitic and anti-Christian messages in X-Men Gold #1, for which his contract with Marvel Comics was terminated.(Wikipedia)

Faktanya, sampai hari ini pengadilan atas Ahok masih berlangsung bahkan pembacaan dakwaan ditunda sampai setelah pilkada putaran kedua tanggal 19 April 2017 nanti. Itulah kekuatan mistis 212 dan QS 5:51 yang menggentarkan para pembenci Islam maupun mereka yang terjangkiti virus Islamofobia dan menjadi rasis di segala bidang termasuk pekerjaan. Makanya tidak heran kalau sisipan 212 dan 5:51 di komik Marvel yang digambar Ardian Syaf pun dikecam kalau Ardian anti Yahudi. Tak kurang dari media besar Vox menuding kalau Ardian Syaf Anti Yahudi, padahal media itu sendiri yang menuding Ardian dengan sangat rasis karena Ardian justru tidak mempunyai konotasi anti-yahudi. Dan semua kebencian  itu rupanya sudah tersirat di Al Quran dengan jelas.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. QS. al-Baqarah (2) : 120

Karya Ardian syaf Bernuansa Indonesia

Ardian memang sering menyisipkan beberapa ciri ke-Indonesia-an di dalam komik-komik Marvel garapannya. Misalnya, ia pernah menyisipkan mobil Pertamina meledak (sayang gambarnya belum ketemu nih), lalu spanduk kampanye Jokowi, dan beberapa tanda khas Indonesia lainnya seperti gambar garuda, warung soto  ayam dan rumah makan padang. Namun , selama ini tidak masalah. Baru setelah ia menyisipkan kode 212 dan QS 5:51 dunia perkomikkan pun gemuruh dengan risak yang  menunjukkan menguatnya Islamofobia di lingkungan industri komik Marvel dan penggemarnya baik di Indonesia maupun Amerika Sertikat. Konsekuensinya, Ardian pun ikhlas dipecat sebagai juru gambar komik Marvel. Namun, rezeki tak akan jatuh kemana-mana, setelah dipecat Marvel ia malah mendapat banyak tawaran dan peluang.

Tawaran yang mampir tidak hanya dari Indonesia, beberapa penerbit lebih kecil dan kelas menengah di Amerika Serikat, hingga dari Timur Tengah, mengabarinya ingin mengajaknya bekerjasama. Belum satu pun dari tawaran ini ia sambut, untuk sementara.

Ada juga tawaran dari banyak kolektor yang pengin membeli versi pensil alias asli untuk dua panel hasil sentuhan (pesan dan politik) Aan di serial X-Men itu. Tetapi sampai kini belum ia respons, betapapun katanya tawaran itu terus meningkat.

Ardian Syaf, karyanya mendunia setelah menjadi komikus Marvel.
Ardian Syaf, karyanya mendunia setelah menjadi komikus Marvel.

Dalam komik Batgirl #1 yang mengambil latar cerita di Jakarta beserta dengan baliho bergambar mantan gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan Ahok, warung soto ayam dan rumah makan padang.

Karya pensil Ardian syaf dan spanduk Jokowi DKI-1
Ardian syaf menyisipkan warung soto ayam dan rumah makan masakan padang
Ardian syaf menyisipkan warung soto ayam dan rumah makan masakan padang

Ada pula landmark Indonesia, Monas di Gotham City, kepulauan Indonesia di Green Lantern, truk minyak Pertamina yang terbakar, hingga tulisan The Great Help City pada topi yang dikenakan seorang tokoh dalam komiknya. Sementara di komik Earth 2; World s End #1, ada lambang burung garuda dalam lemari kaca dan juga topeng yang kemungkinan berasal dari Suku Dayak.

Menyisipkan garuda dan topeng dayak
Menyisipkan garuda dan topeng dayak

Profil Ardian Syaf

Siapakah Ardian Syaf yang membuat berang Marvel? Menurut lansiran Kompas, Ardian Syaf adalah sosok familiar di dunia komik dan ilustrasi Indonesia. Dia adalah salah satu orang Indonesia yang sukses berprofesi sebagai “penciler” alias komikus yang menerjemahkan naskah ke dalam bahasa gambar.

Dari rumahnya di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung,Jawa Timur, lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang ini menggarap karya-karya untuk diterbitkan di aneka komik mancanegara.

Sedari kecil Ardian Syaf sudah bercita-cita menjadi komikus. Kesukaannya pada komik ibarat jatuh cinta pada pandangan pertama: saat duduk di kelas 1 SD, dia sangat terkesan dengan hadiah komik yang didapat dari majalah Bobo.

Sang ayah turut mendukung kesukaannya dengan membelikan Ardian Syaf berbagai komik yang dibeli di pasar loak. Cita-cita menjadi komikus konsisten dijaga. Namun memang, jalan awal yang mesti dirintis tak mudah dilalui.

Dilansir dari berbagai sumber, Aan mengaku, orangtuanya sempat khawatir dan ragu dengan keputusannya sebagai seorang komikus. Terlebih dia mengambil jurusan DKV yang pada saat itu belum jelas ke mana arahnya setelah lulus.

“Dulu, ibu saya pernah khawatir, ‘Aan (panggilan Ardian), dari menggambar bisa kerja apa ya’?” sebut Ardian suatu ketika, Selepas kuliah tahun 2004, Aan sempat bekerja serabutan di beberapa tempat.

Dia menjadi penata letak buku pelajaran SMA, mengerjakan proyek ilustrasi dengan bayaran kecil, hingga menggarap komik debutan secara cuma-cuma.

Selanjutnya Aan melamar pekerjaan ke mana-mana, ke berbagai penerbit di Jakarta. Tapi dia nggak kunjung mendapatkan panggilan kerja. Kemudian, seorang kerabat memberi masukan pada Aan untuk membuat akun di forum diskusi perkomikkan digitalwebbing.com. Setelah dua tahun menjadi anggota, dia masih juga nggak dapat tawaran kerja yang sepantasnya.
Dia memulai karirnya sebagai penciller tanpa bayaran, dari berbagai penerbit di seluruh dunia. Dia juga sempat mendapatkan pekerjaan hanya dengan honor US$25 per halaman komik. Harga yang sangat menyedihkan untuk seorang penciller. Hingga pada suatu hari, anak Aan jatuh sakit, sementara Aan masih nggak punya pekerjaan dan biaya untuk berobat anaknya. Akhirnya dia mendapatkan pekerjaan di koran lokal dan sebuah penerbit buku pelajaran sebagai layouter.

Kesempatan besar kemudian datang ketika Aan mendapat  informasi dari Ketty, seorang penulis Irlandia. Sebuah  penerbit tengah mencari ilustrator komik untuk proyek komik berjudulDresden Files. Ia segera memasukkan lamaran dengan melampirkan karya terbaiknya. “Esoknya saya langsung dapat jawaban. ‘Selamat Anda akan kami kontrak.’ Bahkan, saya dapat kontrak eksklusif dari penerbit Dabel Brother di AS dalam jangka waktu tertentu. Total saya mengerjakan sekitar 12 jilid, masing-masing setebal 22 halaman. Satu jilid, saya kerjakan selama sebulan. Hitungannya, satu hari satu halaman. Honor per halaman 100 dolar,” kata Aan, seraya mengatakan komiknya terbit tahun 2008.

Penerbit yang cukup ternama di Amerika Serikat tersebut lantas mempercayakan Ardian Syaf menggarap komik Dresden Files: Welcome to the Jungle nomor 1 sampai 4. Sejak itulah karya Ardian makin dilirik penerbit besar internasional.

Sikap Profesional

 

Menjadi ilustrator untuk penerbit asing, menurut Aan, butuh sikap profesional. Mereka disiplin soal waktu. Dalam sehari, Aan mesti menyelesaikan satu halaman. Kata Aan, sebenarnya bukan persoalan berat. Naskah yang ditulis oleh Mark Powers ini, cukup rinci. “Dari deskripsi yang ditulis sang penulis, saya memindahkannya dalam bahasa gambar. Ternyata, mereka suka dengan karakter gambar saya,” kata Aan.
Semakin lama, gambar Aan makin matang. Apalagi, ia sangat menikmati pekerjaannya. Proyek pertama ini pun sanggup ia selesaikan dengan baik. Aan cukup berbangga ketika mendapat kabar, Dresden Files masuk peringkat keempat komik terlaris. Bahkan, masuk nominasi penghargaan komik di AS. Otomatis nama Ardian ikut terangkat. “Sayang, penerbit Dabel Brother, akhirnya bangkrut.”
Meski begitu, Ardian Sy

af sudah menancapkan taring sebagai ilustrator mumpuni. Katanya, penerbit komik dunia itu tampaknya luas, tapi sesungguhnya sempit. Seorang ilustrator yang bagus di satu penerbit, akan, gampang dikenali penerbit lain. Itulah yang dialami Aan. Lepas dari Dabel Brother, Aan diajak bergabung oleh sebuah agency yang berkedudukan di Spanyol.
Sang agency menawarkan gambar Anto ke penerbit di Amerika. Tak tanggung-tanggung, Anto mendapat kontrak dari Marvel. Ia mengerjakan komik superhero X-Men. “Saya enggak menyangka bisa bekerja di sebuah penerbit besar.”

Dan selanjutnya menjadi sejarah bagi Ardian Syaf ketika ia menyisipkan gagasannya di komik X-Men Gold yang mengguncangkan dunia komik Marvel : 212 dan QS 5:51.

Daftar Komik karya Ardian Syaf

– Take A Chance, 1-4, Dabel Brothers Publishing
– The Dresden Files: Welcome to The Jungle 1-4 (Dabel Brothers Publishing)
– The Dresden Files: Stormfront 1-6 (Dabel Brothers Publishing)
– X-Men Manifest Destiny: Nighcrawler (Marvel)
– Captain Britain & MI-13, 13 (Marvel)
– JLA, 34 (DC)
– Titans, 23 (DC)
– Superman/Batman, 68-70 (DC)
– Blackest Night: Batman, 1-3 (DC)
– Blackest Night: Phantom Stranger (DC)
– Green Lantern Corps, 48-52 (DC)
– Brightest Day, 1,2,4,5,7,8,13 (DC)

-X-men Gold (Marvel)

Info lebih jauh simak Wikipedia