Entrepreneur Dan Technopreneur

Saya mau cerita lagi bagaimana belajar menjadi editor yang menggunakan kata-kata khusus . Dalam hal ini adalah “Entrepreneur” dan “Technopreneur” sebagai kata benda. Apa terjemahan dan maksud yang cocok dalam bahasa Indonesia?

Asal Kata

Kata entrepreneur berasal dari kata kerja bahasa Prancis abad ke-13 Entreprendre, artinya “untuk melakukan sesuatu” atau “untuk melakukan” atau “undertake”.  Pada abad 16 muncul kata benda bahasa Prancis “Entrepreneur” untuk menyebut seseorang yang melakukan usaha bisnis.

 

Penggunaan akademis istilah ini pertama kali dilakukan oleh ekonom Richard Cantillon pada tahun 1730. Menurut Cantillion, istilah ini berkaitan dengan keberanian seseorang untuk menanggung risiko bisnis tanpa jaminan keuntungan yang persis apakah untung atau malah buntung. Ciri demikian adalah ciri untuk orang yang disebut sebagai entrepreneur.

 

Istilah entrepreneur selanjutnya dipopulerkan oleh ekonom Jean Baptiste Say, yang pada awal 1800-an, menggunakan istilah yang mengacu pada individu yang menciptakan nilai dalam ekonomi dengan memindahkan sumber daya daerah dengan produktivitas rendah ke daerah dengan produktivitas lebih tinggi dengan hasil
yang lebih besar.

 

Pada tahun 1848, ekonom John Stuart Mill menggunakan istilah tersebut di bukunya yang terkenal Principles of Political Economy. Menurut JS  Mill, ciri yang khas bagi seorang entreprenur adalah bisa mengelola bisnis dan risikonya dengan cara yang baik sehingga dapat mencapai keuntungan meskipun boleh jadi malah rugi.

 

Setelah mengalami transformasi kebahasaan kedalam bahasa Inggris muncul kata  “Enterprise” yang artinya “Perusahaan” sedangkan pemilik perusahaan itu disebut “enterpreneur”. Jadi kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia kata dasar yang sesuai untuk “entrepreneur” adalah “usaha” sedangkan pelaku usahanya disebut “pengusaha”. Ok, nanti kita tinjau lagi terjemahannya.

Dalam bahasa Inggris, misalnya william webster dictionary online menyebutkan arti “entrepreneur” sbb :

“a person who starts a business and is willing to risk loss in order to make money” or “one who organizes, manages, and assumes the risks of a business or enterprise.”

“Seseorang yang memulai suatu bisnis dan bersedia mengambil risiko kerugian untuk menghasilkan uang” atau “orang yang mengatur, mengelola, dan menanggung risiko bisnis atau perusahaan.”

Perhatikan ada dua kata penting dimana seseorang bisa dikatakan sebagai “entrepreneur” yaitu “bisnis dan risikonya” . Jadi, jika Anda tidak punya entitas yang menjadi bisnis (dengan kata lain tidak punya produk atau jasa) dan tidak mau menanggung risikonya maka Anda bukan “Entrepreneur”.

 

BusinessDictionary.com lebih menegaskan lagi arti “entrepreneur” sbb:

 

“a person who organizes and operates a business or businesses, taking on greater than normal financial risks in order to do so.”

“Seseorang yang mengatur dan menjalankan bisnis atau berbagai bisnis, dan bersedia mengambil risiko finansial lebih besar dari biasanya untuk melakukan bisnis tersebut.”

 

Orang yang menjadi “entrepreneur” harus punya keberanian untuk menanggung risiko finansial yang besar untuk menjalankan bisnisnya. Jadi kembali bisnis dan risiko menegaskan peran orang yang dimaksud sebagai “entrepreneur” adalah orang yang “berani” dengan segala akibatnya yang muncul sebagai “entrepreneur”.

 

Sebagai entrepreneur sejati tentu saja risiko dan akibatnya yang merugikan harus bisa dikelola dan dikendalikan sehingga kalau pun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir atau bahkan dapat menjadi titik balik untuk menjadi lebih positif atau mendapatkan keuntungan.

Bahasa Indonesia Entrepreneur

Sejauh ini, bahasa Indonesia mempunyai tiga padanan kata untuk menterjemahkan kata benda bahasa Inggris “Entrepreneur” yaitu pengusaha, wiraswasta/wirausaha, dan usahawan . Apakah ketiga kata ini cocok dengan maksud kata “Entrepreneur” atau ada yang paling cocok dari ketiganya, atau sebaiknya perlu dibuat kata  baru untuk “Entrepreneur” dan turunannya seperti “technopreneur”, “Ecopreneur”, “Socialpreneur” dll.

Nah mari kita telaah satu demi satu (rujukan kbbi.web.id).

pengusaha/peng·u·sa·ha/ n orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dan sebagainya); orang yang berusaha dalam bidang perdagangan; saudagar; usahawan: ~ percetakan; sumbangan uang dari para ~ untuk korban bencana alam;~ rafinering pengusaha pengolahan minyak mentah: sistem perdagangan baru itu lebih memberikan jaminan keuntungan bagi pihak ~ rafinering;

wiraswasta /wi·ra·swas·ta /n orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;

wirausaha ? wiraswasta/wi·ra·u·sa·ha ? wiraswasta/

usahawan/usa·ha·wan/ n orang yang menjalankan bagian usaha (memimpin) perusahaan; pengusaha: pengadaan modal merupakan hal yang menyulitkan para –;

 

Ok, apakah ketiga kata yang menjadi kandidat terjemahan “Entrepreneur” diatas sama arti dan maksudnya dan apakah sosok dengan asal kata dari bahasa Inggris “Entrepreneur”?

Pengusaha

Seperti disinggung sebelumnya, kata dasar “usaha” cocok untuk menerjemahkan “Entrepreneur” menjadi “Pengusaha” karena melibatkan produk maupun jasa, baik konvensional seperti perdagangan umum, maupun berdasarkan proses kreatif baik berdasarkan teknologi tinggi maupun seni budaya. Kita lihat kata dasarnya “usaha” menurut KBBI :

usaha/usa·ha/ n 1 kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu: bermacam-macam — telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup; — meningkatkan mutu pendidikan; 2 kegiatan di bidang perdagangan (dengan maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan: — perkayuan mengalami kemajuan; — nya di bidang tenun ikat berkembang pesat;

 

Wiraswasta/Wirausaha

Lantas bagaimana dengan wiraswasta? Wiraswasta  atau wirausaha lebih menunjukkan pada kemampuan mengelola produk-produk baru mulai dari pengenalannya sampai penjualannya secara mandiri. Kata dasarnya “swasta” artinya :

swasta/swas·ta/ a bukan milik pemerintah; partikelir: sekolah — banyak yang mendapat subsidi dari pemerintah;

Kata wira condong berhubungan dengan kepahlawanan atau keperwiraan atau berkaitan dengan keberanian untuk mandiri. Jadi gabungan  “wira” dan “swasta” lebih condong pada upaya berani untuk mandiri tanpa dukungan dan keterlibatan pemerintah. Untuk menjadi wiraswasta tentu saja harus punya bakat dan keahlian khususnya yang berhubungan dengan produk dan jasa yang akan dikelola sebagai komoditas jual beli.

 

wiraswasta /wi·ra·swas·ta /n orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya;

 

Buka warung kelontong di rumah lebih cocok disebut wiraswasta/wirausaha dibanding disebut “pengusaha” karena melibatkan pengelolaan berbagai produk dan jasa. Apakah buka jasa salon di rumah atau di ruko bisa disebut wiraswasta? Jawabannya iya karena melibatkan cara yang inovatif untuk mengubah peralatan salon sebagai produk yang menjadi modal operasi digabungkan dengan “keahlian sebagai penata rambut” untuk menjadi jasa yang layak dijual. Karena itu, sifat jasa yang dijual mempunyai nilai tambah tinggi jika keahlian pemilik dan pekerja salonnnya disukai oleh pelanggannya. Tentu saja salon yang dioperasikan tidak profesional, bukan oleh ahlinya, tidak akan berhasil meskipun modal dan peralatannya lebih bagus. Jadi ada keterlibatan keahlian sumber daya manusianya sebagai modal untuk berusaha yang memunculkan istilah wirausaha.

 

Lalu kenapa disebut wiraswasta/wirausaha bukan disebut saja pengusaha? Karena aspek bisnis dan risikonya umumnya berlingkup kecil. Ini berbeda dengan pengusaha yang punya bisnis dan risiko relatif jauh lebih besar dan skala ekonominya sangat besar. Kalau Anda punya 10 motor dan menggunakannya sebagai ojek untuk orang-orang sekampung Anda, Anda baru jadi wiraswasta. Tapi kalau Anda tidak punya motor atau mobil tapi dengan bantuan teknologi baru mampu menjadikan ratusan ribu orang sebagai pengojek atau supir berbasis aplikasi online…Nah itu dia anda sudah jadi Pengusaha, Entrepreneur bahkan Technopreneur.

Usahawan

Kata usahawan didefinisikan dengan merujuk kepada sosok pelaku dalam suatu perusahaan sebagai individu yang memimpin perusahaan tsb. Jadi, bisa saja seorang pegawai swasta senior yang kemudian diangkat menjadi pemimpin perusahaan disebut “usahawan”. Ini  berarti “usahawan” itu hanya “pegawai” yang ditunjuk menjadi pemimpin sebuah perusahaan yang sudah berjalan dengan baik.

 

usahawan/usa·ha·wan/ n orang yang menjalankan bagian usaha (memimpin) perusahaan; pengusaha: pengadaan modal merupakan hal yang menyulitkan para –;

 

Berbeda dengan pengusaha (entrepreneur) yang menjadi pendiri dan pencetus perusahaan yang bersangkutan dan menanggung risiko bisnisnya secara langsung karena ia menjadi pemiliknya. Jadi, kalau kita mengambil contoh, Bill Gates adalah pengusaha atau “entrepreneur” tetapi penggantinya misalkan John Doe yang berkarir sejak awal di perusahaan milik Bill Gates dan kemudian diangkat menjadi CEO bukanlah “entrepreneur” tetapi ia adalah karyawan biasa yang menjadi usahawan sebagai pemimpin perusahaan.

Ok, sampai disini jelas kan bedanya anatar pengusaha alias entrepreneur, wiraswasta/wirausaha dan usahawan. Setidaknya itulah yang bisa saya simpulkan ketika menelaah kosakata entrepreneur dan terjemahannya.

 

Terus apa itu technopreneur?

 

Technopreneur

 

Terus sekarang apa arti “technopreneur”?  Istilah ini muncul sekitar tahun 1987 dan merupakan gabungan kata “techno”+”entrepreneur”.

CollinsDictionary dot com menyebutkan secara sederhana kalau technopreneur adalah entrepreneur yang terlibat di bidang teknologi tinggi. Dengan kata lain, kata ini merujuk pada pengusaha yang terlibat secara intensif dengan teknologi maju dan baru atau bersifat inovatif sehingga kemunculannya bisa mengubah banyak hal dan punya kecenderungan disruptif jika bergesekan dengan bisnis konvensional. Meskipun demikian, umumnya technopreneur merujuk pada pengusaha berbasis teknologi tinggi baik bidang informasi maupun jenis teknologi lainnya.

Technopreneur sebenarnya istilah khas yang dinisbahkan pada para pengusaha-pengusaha di Asia yang berkembang pesat dengan bertumpu pada industri berbasis teknologi, baik teknologi informasi, maupun teknologi maju secara luas. Pengusaha itu muncul dari wilayah Cina, Korea, Asia Tenggara, India, Jepang maupun wilayah potensial lainnya seperti Indonesia. Sesuai dengan perkembangan terkini, umumnya pengusaha yang terlibat dengan teknologi digital lah yang banyak disebut-sebut sebagai technopreneur.

Istilah “technopreneur” sebenarnya lebih merujuk pada orang yang bergerak di bisnis dengan dukungan teknologi baru yang mampu mengganggu pranata ekonomi konvensional dengan produk, jasa, organisasi, maupun pengelolaan sumber daya yang ada dengan cara yang berbeda. Hal ini dimungkinkan karena adanya kemampuan akumulasi pengetahuan dan pengelolaannya yang lebih mudah dilakukan dengan adanya perkembangan di bidang infrastruktur jaringan, teknologi dijital dan internet sebagai tulang punggungnya. Dengan semua itu , technopreneur adalah orang yang mampu memobilisasikan semua sumber daya yang dimilikinya, baik finansial maupun jaringan-jaringannya, untuk mencapai tujuan bisnis tertentu atau tujuan yang lebih sosial dan tidak melulu tujuan yang sifatnya material.

oleh @tmonadi