Dream Catchers : Kenapa Ayat Al Qur’an Jumlahnya 6236 Ayat? (bagian 1)

Bilangan sampai hari ini mempunyai beberapa arti baik arti yang hanya numerik saja sebagai kuantifikasi maupun arti yang lebih mendalam dan spiritual yang sarat akan simbolisme dan makna. Sejak dulu saya tertarik dengan bilangan-bilangan. Khususnya kaidah dasarnya seperti jumlahan, bagi dan kali. Bahkan dulu waktu saya ikut ujian masuk perguruan tingi atau SIPENMARU ada soal yang menurut saya agak nyleneh berapakah 2+2 ? Jawabannya pilihan berganda, saya malah milih tidak tahu karena jumlahan seperti itu tergantung pada sistem apa yang kita gunakan desimal, biner, atau sistem lainnya. Jadi jawaban tidak tahu saya pilih. Sampai sekarang saya juga tidak tahu apa jawaban saya benar atau salah. Nah, menurut kalangan iluminasi di buku yang sempat saya baca, yang dianggap benar memang tidak tahu hehehe…

 

Nah kembali ke bilangan, saya tertarik dengan numerik Al Qur’an pas saya mulai membuat situs myquran.com tahun 1999 dan turunannya (net/org/or) dulu (kini keluarganya 2017 jadi myquran.id). Saya pun pernah membaca beberapa buku tentang keajaiban matematis Al Qur’an yang bertumpu pada bilangan 19, bilangan prima ke-8 dari susunan bilangan prima berikut :

 

2,3,5,7,11,13,17,19,23,29,31,37,41,43,47,53,59,61,67,71,73,79,83,89,97,…

 

Bilangan 19 menjadi dasar beberapa konstruksi matematis Al Qur’an , dimulai dengan kalimat Basmalah yang terdiri dari 19 huruf .

 

Nah, saya akhirnya tertarik dengan jumlah total ayat Al Qur’an musaf Utsmani yaitu 114 surat 6236 ayat. Saya mikir lamaaa banget kenapa jumlahnya 6236 ayat. Memang ada beberapa versi yang mengatakan jumlah ayatnya 6666 dan jumlah lainnya. Tapi saya kurang yakin dengan jumlah tersebut karena menurut saya kurang logis dan kurang makna, cuma simbolis aja.

 

Lho terus kenapa percaya kalau 6236 itu jumlah ayat Al Qur’an yang sebenarnya? Nah begini uraiannya. Saya akan jelaskan satu demi satu dengan kaidah numerologi, logis dan simbolis.

 

Simbologi Numerik Yang Dekat Dengan Kita

 

Pertamak, bilangan 6236 dengan sebutan enam ribu dua ratus tiga puluh enam “ayat” dapat diuraikan menjadi rumusan numerik sederhana :

 

6006+230=1001*6+23*10=6236

 

Apa artinya secara simbolis ?

1001 adalah binari dari bilangan 9 (9/2=1001). Simbologi bilangan ini berhubungan dengan “mimpi” atau “dream” yang dapat dikatakan sebagai sandaran bagaimana manusia akhirnya harus menjalani hidupnya yaitu mengejar atau merealisasikan mimpi-mimpinya atau cita-citanya.

Bilangan 6 berhubungan dengan gerakkan awal, atau suatu “power” untuk memulai seperti halnya kita memutar sebuah sekrup. Kalau 9 sebagai 1001 adalah impian yang muncul dari imajinasi dan harapan kita, maka 6 sebagai enam adalah simbologi huruf Wawu dengan nilai al-Jumal huruf Arab 6. Ia adalah simbologi Kekuatan dan Spirit yang muncul sebagai “Pertolongan Allah” dalam diri manusia maupun maujud lainnya untuk meraih impiannya. Ajaibnya, waktu saya longok Al Qur’an surat 110 yang merupakan biner angka 6 adalah an Nasrh (Pertolongan Allah) (terlepas dari kontesk isinya meskipun kalau direnungkan isi QS 110 juga selaras dengan maksud saya. QS 110 berisi Janji bahwa pertolongan Allah akan datang dan Islam akan mendapat kemenangan; perintah dari Tuhan agar bertasbih memuji-Nya, dan minta ampun kepada-Nya di kala terjadi peristiwa yang menggembirakan.). Jadi, untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita, meraih impian dan harapan kita baik di dunia maupun akhirat, kita wajib bersandar kepada Allah semata dalam arti yang luas karena boleh jadi Allah merealisasikan pertolongannya melalui hamba-hamba-Nya, baik si hamba itu orang beragama yang sama dengan kita maupun tidak, bahkan boleh jadi si hamba Allah itu tidak berbentuk manusia misalnya berbentuk ayam (muncul merek ayam goreng terkenal), berbentuk bebek (muncul bebek goreng terkenal), berbentuk ikan lele (jadi lele goring yang enak), berbentuk buah-buahan,  dll.

Bilangan 230 adalah hasil kali 23×10, kita tinjau bilangan 10 sebagai desimal adalah 2 (dua) maka 23×2=46. Bilangan ini tidak lain adalah jumlah pasangan kromosom kita sebagai Bani Adam, Homo Sapiens, yaitu 46. Jadi dengan kata lain, bilangan 230 atau “Ain(70) Sin(60) Qof (100)” itu berkaitan dengan diri kita sendiri. Kalau 6006 berhubungan dengan impian dan spirit atau kekuatan untuk mewujudkannya maka bilangan 230 tidak lain adalah jumlah kromosom kita sendiri. Jadi apa-apa yang kita impikan sejatinya tergantung pada diri kita juga “untuk meraihnya” selain sandaran kita seharusnya yaitu hanya bersandar kepada Allah. Maka tepatlah apa yang difirmankan dalam QS 13:11 yang memberi petunjuk, “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri“. Jadi, artinya jelas kalau rumus perubahan QS 13:11 tersebut merupakan petunjuk untuk mengubah nasibmu, kaummu, hingga akhirnya semua impianmu akan tercapai dengan Pertolongan Allah dimana Al Qur’an menjadi petunjukmu.

Oke sejauh ini, mudah-mudahan pikiran Anda masih normal-normal saja. Kita tinjau susunan bilangan 6236 sebagai suatu simbol bilangan yang terdiri dari 4 dijit. Dijit kesatu 6, kedua 2, ketiga 3, keempat 6. Perhatikan susunan bilangan tersebut sebenarnya mempunyai kodefikasi asal sbb “isilah dijit 2 dan 3 dengan bilangan 2 dan 3 pada bilangan dua dijit 66”. Asal Anda tahu 66 adalah bilangan yang merupakan nilai Al-Jumal huruf Alif Lam Lam Ha, yang selalu kita bunyikan menjadi Allah, Ism Agung nama Ilahi dari 99 Asma Ul Husna yang disebutkan didalam Al Qur’an.

Di jaman modern orang Amerika Serikat menggunakan bilangan 66 sebagai nama jalan yang legendaris karena pernah menjadi Induk Jalan di AS pada zaman koboi menjadi Route 66. Tuingggg… mudah-mudahan Anda ingat film kartun The Cars yang berhubungan dengan jalan ini. Konon, karena ada jalan-jalan tol yang dibangun melintasi benua AS, jalan lama bernama Route 66 ini menjadi sunyi, mati dan bisu sampai kemudian muncul menjadi objek wisata sejarah. Bisa kebayangkan bagaimana artinya bagi orang AS yang bikin nama Route 66 kalau Route 66 itu jalan sunyi, jalan yang mati, mirip Jalan para Penempuh Olah Ruhani yang melewati Jalan Sunyi.

Kalau dibandingkan dengan Indonesia Route 66 ini ibarat Jalan Anyer Panarukan buatan gubjen Daendels yang sekarang mulai berubah dengan munculnya tol-tol baru. Tol-tol ini membawa keuntungan dan kerugian karena beberapa kota perlintasan seperti Cianjur, Kota-kota Pantura Jabar, Brebes, dll. menuju kematian , bakal jadi sepi kalau tidak bebenah sendiri dan memperbaiki kemampuan industri, ekonomi dan pariwisatanya. Lho kok, nglantur. kembali ke susunan 6236, susunan itu dengan komposisi dijit dapat ditulis menjadi :

 

66

23

23 (kaidah penempatan posisi dijit).

 

Kalau dijumlahkan vertikal menjadi : 66 dan 46, dengan jumlah 112, nomor ini merujuk ke surat no 112 yaitu prinsip dasar Tauhid al-Ikhlas. Jelas kan jadinya, yang ajaib, kalau saya hanya menjumlahkan bilangan 66 dan 23 saja, akan muncul bilangan 89. Perhatikan susunan bilangan prima yang ditulis diawal artikel ini, bilangan 89 adalah bilangan prima ke-24. Jadi 89 kalau saya terjemahkan simbologinya adalah “Ubahlah Impianmu” menjadi “nyata sebagai jalan hidupmu” tentu dengan kemampuan tangan, kaki dan daya fikirmu. Simbol bilangan 8 dengan biner 1000 adalah Yuga (siklus besar), tapi juga Yin-Yang, I-Ching, Tak berhingga yang diputar vertikal, artinya juga adalah “Perubahan” atau “Change”. Sedangkan bilangan 9 adalah Dream seperti disebutkan sebelumnya. So, silahkan simpulkan sendiri.

Nah, untuk bagian ini sekian dulu karena kalau tidak diakhiri jadinya bisa skalar, kesana kemari tak puguh, jadi saya vektorkan sampai disini dulu ya. Tulisan lainnya mengenai simbologi akan berlanjut jika ada kesempatan menulis lagi.

salam 1001…

by @tmonadi,  Desa Sampora, BSD