Antara God & Dog, Tuhan & Hantu

Kita memang seperti Dog-ie ketika menelusuri wewangian-Nya,Mengendus-endus bebauan yang memabukkan, mencari sumber dari Pemilik dan Pembuat wewangian itu.  

Dari wewangianNya, kamu bisa buat terompah dan tongkat pemandu untuk mengikuti jejak-jejak wewangian-Nya, yang menyengat di ujung hidung kita sendiri, di pelupuk mata maupun  terpetakan dipikiran dengan gambaran alam Indra Maya yang sepanjang zaman slalu porak poranda dengan Cinta, Darah dan Airmata sisakan bau busuk hinggapara kawanan Dog-ie pun mengendus-ngendusnya dan jadi sejarah menjadi kisah-kisah yang membelai manusia dalam halusinasi bersama khayal dan angan yang memabukkan.

Jangan heran kalau di Barat orang menyebut namaNya kebalikan dari nama DOG yang suka mengendus-endus bebauan, mereka sebut Dia GOD. Itu mungkin benar kalau kamu hanya bersandar dengan akal pikiranmu yang sebenarnya lemah.

Mau bukti? Coba saja pikirkan, kenapa 2+2=4

Di Timur lain lagi ceritanya,karena orang seringkali di hantui rasa takut yang amat sangat pada yang tak masuk di pikirannya,mereka sebut Dia TUHAN. Padahal, rasa takut itu muncul dari hawa nafsunya sendiri menjadi HANTU yang mengejar-ngejarnya karena akalnya tak mau diberdayakan semestinya hingga akhlaknya yang mencuat menjadi rumah miring yang compang campingkarna selalu dilanda prahara Dewata Cengkaryang suka memakan dan meminum darah manusia.

Bagaimanakah jalan yang benar untuk mengenal sekedar namaNya saja?Nabi-nabi, rasul-rasul dan kaum Arifin masih Berjalan di jalan Keberserah Dirian,dalam selubung kerahasiaan negeri Indra Maya.Mereka, sebenarnya sudah menjadi lentera dan penerang bagi para pencari DiriNya yang mempunyai nama Yang Maha Tinggi. Namun, orang kebanyakan sudah lupa, padahal apa yang telah disampaikan mereka sampai hari ini masih kita baca.

Namun lidah kita sudah kelu, hingga rasa dari bacaannya jadi sepahit empedu.

Bagaimanakah kita bisa membaca Pesan-pesan Warisan mereka itukalau kita lebih suka mengendus-endus seperti DOGie dan lebih sukadi-Hantu-i oleh was-was dihati?

Bercerminlah, lalu bacalah apa yang ada padamu dan sucikan jiwamu, perangi dajjal-dajal yang telah menguasai akal pikiran dan hatimu dengan pedang keyakinan yang lurus,  yang tertulis sebagai huruf Alif tersembunyi dalam kalimat Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim, BUKAN pedang yang kamu bengkokkan karena menuruti hawa nafsumuyang sudah menjadi Tuhanmu dari kehantuan (was-was) dirimu sendiri.

 

Dari tulisan lawas , renungan jiwa disini .