Aneka Macam Produk Yang Berasal Dari Bagian Tubuh Babi

Beberapa tahun yang lalu (sekitar 2010) di acara TED Talk,  salah satu situs yang menampilkan presentasi video untuk ide-ide menarik, ditayangkan presentasi seorang penulis dari Belanda Christein Meindertsma yang menelusuri jejak bagian-bagian binatang babi di berbagai jenis produk mulai dari makanan sampai bahan untuk membuat peluru dan cat tembok. Temuannya itu sangat popular dan buku Christien Meindertsma menjadi terkenal sehingga memenangkan satu penghargaan Index Award tahun 2009.

185 Produk Teridentifikasi Mengandung Unsur Dari Babi

Sudah lama diketahui, selain digunakan sebagai hidangan langsung seperti babi guling, bahan pakaian maupun obat-obatan, unsur yang terkandung pada babi banyak sekali digunakan pada produk-produk lainnya, seperti kosmetik dan sebagainya. Penggunaannya memang variatif mulai dari bentuk yang sangat jelas seperti kulitnya yang digunakan untuk sandal, sepatu dan ikat pinggang; dagingnya yang digunakan untuk makanan langsung atau dalam bentuk sosis; sampai kepada aplikasi untuk minyak dari lemak babi, pembungkus obat dari gelatin babi dan penyedap masakan.

Bahkan cat tembok pun bisa mengandung unsur yang diekstrak dari babi. Penulis yang memaparkan temuannya dengan presentasi yang menarik itu mengidentifikasi sekitar 185 jenis produk menggunakan bahan dari binatang babi.

Kehebohan makanan dan minuman, ataupun produk non kuliner, yang mengandung unsur babi di Indonesia sering terjadi. Baru-baru ini ditemukan makanan yang mengandung unsur dari binatang babi. Makanan yang terkontaminasi ini merupakan produk impor dari korea yang mulai digemari masyarakat Indonesia yaitu ramen.

Berapa banyak sebenarnya produk-produk di dunia ini yang memanfaatkan ekstrak atau unsur dari seekor babi baik secara material nyata misalnya daging, kulit, bulunya maupun dalam wujud unsur dasarnya yaitu enzim dan  zat-zat molekuler seperti DNA. Berikut ini ringkasan dari video yang dipresentasikan di acara TEDx dikutip dari Hidayatullah Dot Com.

Melacak Jejak Perjalanan Babi Berkode 05049

Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich,  mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu.

Seorang artis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.

“Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya.”

Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.

Christein berkata, “Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan.”

Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permenliquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.

 

Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.

 

Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengantannin dalam cairan dan menyerap keruh.

 

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.

 

Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampodan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.

 

Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.

 

Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.

 

Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.

 

Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutansuiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).

 

Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.

“Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya,” kata Lutwyche.

“Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya.  Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa.”

“Ada ungkapan lama yang mengatakan, ‘bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.’ Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat,” ujar Lutwyche.

Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.

 

Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.

 

Lain kali jika membeli roti, mungkin  Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.

 

Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak.  Gelatin tulang babi digunakan untuk  memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.

 

Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.

 

Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.

 

Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.

 

Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.

Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:

  1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan  jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
  2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
  3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
  4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
  5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
  6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
  7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
  8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
  9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
  10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
  11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
  12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
  13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar  lebih keras.
  14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
  15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
  16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
  17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
  18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
  19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
  20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
  21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
  22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
  23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
  24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
  25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
  26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
  27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
  28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
  29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
  30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
  31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
  32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
  33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
  34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
  35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
  36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
  37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
  38. Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
  39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
  40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan  jenis permen liquorice, permen kenyal erdan permen karet.

Produk Halal

Berikut ini di antara situs yang memberikan penjelasan mengenai food additives (pengaya makanan) yang halal dan haram, untuk Anda pelajari lebih jauh.

  • Daftar Nomor Makanan dari Muslim Consumer Good: klik di sini.
  • Manajemen Makanan Halal di Indonesia — dari situs IPB
  • Situs BPOM

Ringkasan beberapa angka produk halal dan haram, di antaranya adalah:

  • Daftar Pengaya Makanan (Food Additives) yang biasanya Haram: Baik yang diawali dengan huruf “E” di depannya, atau pun tidak diawali dengan huruf E”: 120,140, 141, 160[a], 161, 252,300,301,422, 430, 431, 433, 435, 436, 441,470,471(*Berasal dari Hewan), 472[a], 472[b], 472[c], 472[d],  472[e], 473, 474, 475, 476,477, 478, 481, 482, 483, 491, 492,493, 494, 542, 570, 572, 631, 635, 920. (Catatan: ada juga *471 yang berasal dari tumbuhan, seperti kedelai (soya), dan dikatakan sebagai ‘halal’).
  • Daftar Pengaya Makanan yang diragukan (atau kemungkinannya haram, alias syubhah, atau masybuh): 100, E110, E120, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E256, E270, E280. E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337.E432, E433, E434, E440, E470, E472, E495 E904.

Untuk kedua daftar di atas, sumbernya adalah tautan Wikipedia berikut (klik di sini).

 

Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.

Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubat, berarti ia telah selamat.

Meskipun demikian, bagi Umat Islam temuan Christien itu memang membuat ngeri karena kita bisa saja tanpa sadar dan tahu mengkonsumsi atau menggunakan produk yang mengandung unsur dari binatang babi. Misalnya, tanpa sadar kita pake baju koko atau jilbab yang mengandung unsur dari babi, atau masjid yang warna-warni ternyata cat temboknya mengandung unsur babi. Nah, ini tentu juga menjadi ironi dan bisa jadi bahan diskusi mengenai sejauh mana suatu produk bisa dimanfaatkan Umat Islam kalau ternyata mengandung unsur dari binatang babi, apakah keharaman babi itu sampai ke unsur dasar pembentuknya misalnya Enzim dan DNA nya, atau haram hanya dalam wujud dagingnya saja.