Aktivitas Radikal Di Masjid Salman ITB

Kemarin menyempatkan diri Isya dan Tarawih di Masjid Salman ITB. Masjid yang menurut salah seorang tokoh sarangnya bibit radikalisme. Makin penasaran saya untuk tarawih disini.

Ternyata ujaran tokoh itu tidak meleset. Begitu masuk temaram masjid karya pak Achnad Noeman ini aura radikalisme sudah terasa. Shaf sudah hampir penuh, waktu Isya masih lama. Hanya anak muda radikal yang datang di awal waktu.

 

Dan hampir semua anak muda ini sibuk. Ada yang sedang membuka laptop, ada yang wajahnya bercahaya karena membaca qur’an dari android. Ada yang membawa mushaf kecil. Suara lantunan quran terdengar merata di seluruh ruangan. Ini baru malam pertama. Hanya anak muda radikal yang tidak menyianyiakan ramadhannya dan lebur dengan Al Quran.

 

Waktunya ceramah tidak kalah radikalnya. Ramadhan adalah waktunya berbuat kebaikan. Gerbong kebaikan ini akan berangkat menuju tujuannya. Dengan atau tanpa kita ikut di dalamnya. Merinding saya mendengarnya pak Syarif Hidayat pembina YPM Salman ini benar benar memotivasi jamaah secara radikal, untuk melawan musuh kita sebenarnya yang tahu persis kelemahan dan kelebihan kita, yaitu setan. Hanya anak muda radikal yang berani melawan setan.

 

Waktunya shalat dengan formasi 443. 4 rakaat x 2 dengan langgam Bayati yang syahdu dari Syihabuddin mahasiswa desain produk 2015, ditutup dengan 3 witir dengan alunan langgam jiharkah yang merdu. Hanya masjid radikal yang memberikan tempat di shaf terdepan untuk pembaca quran terbaik.

 

Ngeri juga kader kader radikal ini suatu saat akan menyebar mengembara ke seluruh penjuru negeri menebar kebaikan.

 

Radikal itu baik, radikal itu asyik, dan tidak ada hubungannya dengan kebencian, apalagi kekerasan. Kalau sempat ke Bandung untuk sebuah acara buka puasa bersama. Makanlah dengan cepat, lalu sempatkanlah Isya dan tarawih disini.

 

Copas dari WAG Diskusi Islam M84

#masjid #masjidsalman #salmanitb #bandung #tarawih #ramadhan #radikal #radikalisme

Kata radikal terbentuk dari bahasa Latin radix yang secara literal artinya akar, jadi radikal itu memahami sampai ke akar-akarnya atau memahami sesuatu hingga mengakar. Menurut The Concise Oxford Dictionary (1987), berarti ’akar’, ’sumber’, atau ’asal-mula’. Dimaknai lebih luas, radikal mengacu pada hal-hal mendasar, pokok, dan esensial atas bermacam gejala. Berdasarkan konotasinya yang luas, kata itu mendapatkan makna teknis dalam berbagai ranah ilmu: botani, matematika, bahkan filologi dan musik. Botani, misalnya, memanfaatkan arti asali kata itu, ’akar’, untuk menyebut bagian tetumbuhan. Dalam matematika, akar adalah tanda bagi suatu dasar skala numerasi. sumber : Rubrik Bahasa